Pertama di Ciamis, Pontren Cijeungjing Gelar Lomba Tilawatil Maulid dan Alfiyah

tilawatil maulid dan alfiyah
Abah Cijeungjing saat membuka lomba tilawatil maulid dan alfiyah di Gelanggang Galuh Taruna (GGT), Minggu 25/8/2019). Foto: Jujang/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Dalam rangka membangkitkan rasa cinta kepada baginda Rosul (mahabbah), pesantren Abah Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menggelar lomba tilwatil maulid dan alfiyah tingkat Jawa Barat. Lomba ini merupakan lomba yang pertama digelar di Ciamis.

Pembukaan kegiatan lomba dilaksanakan di Gelanggang Galuh Taruna (GGT) Ciamis dan akan dilaksanakan dua hari di GGT dan gedung Islamic Centre Ciamis Minggu-Senin (25-26/9/2019).

Pimpinan pondok pesantren Cijeungjing Pusat, Hafi Muhammad Kafi Firdaus, mengatakan, lomba tilawatil maulid dan alfiyah ini baru pertama kali dilaksanakan ponpes Cijeungjing.

Karena dibatasi, peserta lomba merupakan santri putera berjumlah 150 orang.

“Solawat maulid dan alfiyah ini merupakan bentuk kecintaan kita kepada Rasul, kita ingin bangkitkan itu karena selama ini kecintaan ummat kepada Rasul kian menurun,” ujar Pimpinan Ponpes Cijeungjing yang akrab disapa Abah Cijeungjing.

Kata dia, hadiah lomba solawat maulid dan alfiyah ini cukup fantastis kendati pendaftarannya digratiskan. Masing-masing lomba juara 1 Rp 20 juta, juara 2 Rp 10 juta dan juara 3 sebesar Rp 5 juta. Sedangkan juara 4 sampai 10 masing-masing mendapat Rp 2 juta.

“Juara spesial alfiyah akan mendapat umroh gratis,” ucapnya.

Hadiah tersebut, berasal dari baitul mal Abah Kuka. Pesantren Cijeungjing, kata dia, memiliki usaha di berbagai bidang dengan nama Abah KuKa. Abah singkatan dari Angkatan Bersalawat Ahlusunah dan Kuka ini kependekan dari Ku Allah Ka Allah.

Sekarang sudah hampir 150 pengusaha yang ikut bergabung bersama Kuka.

Pada intinya segala sesuatu baik rezeki, kesuksesan, itu berasal dari Allah dan harus dikembalikan ke jalan Allah lewat zakat, infak dan sodakoh.

“Alhamdulilah banyak pengusaha yang ikut mensupport usaha Kuka ini, sekarang ada 10 bidang yang digarap Kuka mulai dari usaha baju, kue, kedai kopi, dan lainnya. Kita ingin membangun ekonomi pesantren, agar para ustad fokus mengajar untuk syiar Islam,” jelasnya.

Dia berharap kegiatan lomba ini dapat menggugah masyarakat untuk selalu bersalawat sebagai tanda kecintaan kita ummat muslim kepada Rasul Muhammad SAW.

Sementara, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya saat membuka kegiatan, mengapresiasi upaya Ponpes Abah Cijeungjing yang menyelenggarakan lomba solawat maulid dan alfiyah ini. Kata dia, lomba ini sebagai bentuk syiar Islam di Kabupaten Ciamis.

“Mudah-mudahan lewat kegiatan ini lahir generasi unggul yang tak hanya pintar namun juga berakhlakul karimah,” ucapnya. (Jujang/R7/HR-Online)

Loading...