PHRI Dorong Hotel di Pangandaran Berbasis Mitigasi Bencana

Mitigasi Bencana
Agus Mulyana, Ketua BPD PHRI Pangandaran. Foto: Mad/HR

Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Badan Pimpinan Derah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pangandaran berkomitmen untuk melakukan pendataan terhadap semua hotel di Pangandaran, terutama agar hotel yang ada berbasis mitigasi bencana. Hal itu sebagai langkah nyata setelah kepengurusan baru dilantik.

Ketua BPD PHRI Pangandaran, Agus Mulyana, mengatakan, program kerja yang akan dilaksanakan secara bertahap tersebut di antaranya adalah melakukan pendataan secara detail hotel yang ada di Pangandaran. Sebelum ke arah itu, pihaknya akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu ke manager hotel yang ada.

“Nanti kita akan tahu hotelnya ada karyawannya berapa, jumlah restorannya berapa dan sebagainya. Kita tahu hotel di sini kan berada di daerah rawan bencana, makanya kita harus siap. Jadi, kita harus bisa memberikan pemahaman kepada tamu sebagai langkah mitigasi bencana,” katanya, Senin (19/8/2019).

Selain masalah mitigasi bencana, lanjut Agus, SDM yang ada juga perlu menyampaikan kepada wisatawan soal hotel yang ramah lingkungan, menawarkan keindahan alam. Karena itu, perlu sekali koordinasi semua pihak untuk melestarikan alam yang ada di Pangandaran.

Dalam rangka mendorong wisata kelas dunia, sambung Agus, pihaknya bakal menciptakan pelayanan yang nyaman bagi wisatawan, seperti memperhatikan masalah kebersihan, keramahan pelayanan serta lingkungan.

“Tentu saja harapannya agar mereka betah di Pangandaran,” pungkasnya.

Sementara itu, Asda II Setda Pangandaran, Ade Supriatna, mengapresiasi terhadap dukungan PHRI untuk pembangunan di Pangandaran, terutama dalam bidang kepariwisataan.

“Kita sangat menyadari masih banyak hal yang perlu diperbaiki, namun saya yakin dengan kebersamaan dan optimalisaai koordinasi antara pemerintah dengan semua pihak, Insya Alloh apa yang kita harapkan bisa tercapai,” kata Ade.

Keseriusan pemerintah dalam membangun pariwisata Pangandaran, kata Ade, terlihat dari relokasi pedagang kaki lima, perahu nelayan, intensifikasi PAD serta promosi wisata.

“Paling penting adalah komitmen kita harus kuat dalam membangun Pangandaran ini menjadi tujuan wisata dunia. Kita yakin nantinya akan berdampak baik bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Mad/Koran HR)