Polres Kota Banjar; Waspadai Praktik Perjudian saat Pilkades

Perjudian Pilkades
Kunjungan kerja Polresta Banjar ke Panlak Pilkades Langensari dan Waringinsari, dalam rangka monitoring

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Jajaran Polresta Banjar mewaspadai praktik perjudian Pilkades serentak pada 11 desa di wilayahnya, yang akan digelar 31 Oktober 2019 mendatang. Pasalnya, momen Pilkades kerap dijadikan ajang perjudian untuk memenangkan salah satu calon.

Praktik perjudian ini juga berpotensi menyulut memanasnya suhu politik di desa tempat penyelenggaraan pesta demokrasi, sehingga potensi tersebut dapat menimbulkan kerawanan.

Hal itu ditegaskan Kasat. Intelkam Polresta Banjar, AKP. Rusdiyanto, di hadapan Panitia Pilkades, Panwas, BPD, dan sejumlah perwakilan lembaga Desa Langensari dan Waringinsari, saat kunjungan kerja Kapolresta Banjar, AKBP. Yulian Perdana, dalam rangka monitoring tahapan Pilkades serentak 2019, Selasa (06/08/2019).

“Tak dipungkiri judi merupakan bagian potensi kerawanan dalam pelaksanaan Pilkades. Untuk itu, kami minta baik kepada Panwas ataupun masyarakat, apabila menemukan praktik perjudian dalam Pilkades nanti, segera berkoordinasi dan melaporkan,” kata Rusdiyanto.

Menurutnya, warga dalam melaporkan adanya indikasi perjudian Pilkades harus didukung dengan bukti-bukti yang kuat, apakah itu perjudiannya menyangkut Pilkades atau bukan. Karena, bukti dan fakta yang kuat sangat dibutuhkan pihak kepolisian supaya dapat mengambil langkah hukum yang jelas.

“Pada prinsifnya, Polresta Banjar siap bertindak tegas bila terjadi praktik perjudian dalam pelaksanaan Pilkades. Syaratnya tadi, didukung bukti kuat. Apakah judinya itu berhubungan atau berkaitan dengan salah satu calon atau tidak,” tandasnya.

Rusdiyanto berharap, pesta demokrasi ini jangan dijadikan ajang berjudi, karena dengan praktik tersebut justru akan memperkeruh suasana Pilkades di desa setempat. Untuk itu, pihaknya mengimbau hindari praktik perjudian oleh pihak manapun.

Untuk mengamankan Pilkades serentak di Kota Banjar, Polresta Banjar akan menyiapkan ratusan personil yang dibantu dari unsur gabungan TNI, Satpol PP, dan Linmas. Di setiap desa pelaksana Pilkades, pihaknya akan siagakan 10 personil saat pencoblosan sampai penghitungan suara.

“Meski begitu, dari tahapan awalpun kami tetap pantau dan ikut jaga kemungkinan terjadi yang tak diharapkan,” terangnya.

Rudiyanto juga menjelaskan, potensi kerawanan lain dalam Pilkades yakni adanya sejumlah desa yang melaksanakan seleksi tambahan atas adanya pendaftar atau bakal calon lebih dari 5 orang.

“Potensi kerawanan lain adalah adanya sejumlah desa, dalam hal ini Desa Balokang dan Karyamukti yang pendaftarnya lebih dari 5 orang. Nah, itu kan harus ada seleksi tambahan untuk menentukan 5 calon. Panlak harus hati-hati. Hindari indikasi permainan untuk meloloskan seseorang jadi calon,” jelas Rudiyanto.

Potensi kerawanan perjudian dalam Pilkades menjadi kekhawatiran pula bagi sejumlah Panlak Pilkades. Seperti diungkapkan Ketua dan Wakil Ketua Panlak Desa Langensari, H. Yoyo dan Undang Komara.

“Kami tak ingin kejadian praktek judi terulang kembali ketika Pilkades Langensari pada waktu lalu. Kami berharap pihak Polresta Banjar dapat bertindak tegas apabila ditemukan ada praktik perjudian dalam pelaksanaan Pilkades,” harap Yoyo.

Senada dikatakan Ketua Panwas Pilkades Waringinsari, Nano Sumarno, bahwa sudah diketahui bersama Desa Waringinsari sebagai wilayah ujung Timur Kota Banjar, sehingga bisa dikatakan basisnya tempat judi, terlebih dalam pelaksanaan Pilkades.

“Memang di Waringinsari ini atau di wilayah Kecamatan Langensari ini bisa dikatakan basisnya perjudian. Jadi harus diantisipasi potensi kerawanan judi Pilkades ini. Makanya kami minta kepada pihak kepolisian untuk kerjasamaya dalam upaya menanggulangi dan mencegah praktik kotor tersebut. Panwas ini keterbatasan personil, perlu bantuan polisi bila terjadi praktik perjudian,” ujar Nano.

Ketua Panlak Pilkades Desa Waringinsari, H. Latif, menambahkan, biasanya para penjudi dalam ajang Pilkades memang tidak mangkal langsung di lokasi daerah desanya, tetapi mereka suka berdiam di pinggiran desa atau di wilayah perbatasan.

“Untuk upaya antisipasi, kami panitia sudah coba ingatkan kepada warga, khususnya yang nantinya jadi calon Kades Waringinsari, agar bisa menghindari prilaku perjudian untuk memuluskan kemenangannya. Jangan curang, harus jujur ikut perhelatan Pilkades,” tukas Latif. (Nanks/Koran HR)