Putus Cinta, Pelaku Bunuh Diri di Ciamis Sempat Pamitan via Status WA

bunuh diri di Ciamis
Suasana salah satu perumahan di Ciamis yang jadi TKP kasus bunuh diri, Selasa (20/8/2019). Foto: Istimewa.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Seorang pemuda berinisial R (30) nekad gantung diri Selasa (20/8/2019) sore. Kasus bunuh diri Ciamis ini terjadi di salah satu perumahan di Kelurahan Kertasari.

R (30) sempat memasang status di aplikasi WhatsApp sebelum akhirnya bunuh diri dengan cara melilit lehernya dengan tambang dan menggantung di pintu kusen kamar belakang rumah kakaknya.

Pria yang di KTP-nya tertera warga Bandung ini rupanya putus asa akibat patah hati. R menulis di status WhatsApp ‘Lain cinta sajati kie mah bay…aku pamit’. Polisi yang datang ke TKP menduga R bunuh diri lantaran putus cinta.

“Benar pada sore hari tadi telah terjadi peristiwa gantung diri tepatnya di salah satu Perum di Kertasari Ciamis,” terang Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP Risqi Akbar S.I.K saat dikonfirmasi HR Online.

Berdasarkan pemeriksaan petugas terhadap sejumlah saksi, peristiwa ini diketahui oleh kakak korban, Winarti yang pertama kali menyaksikan saudaranya sudah tewas dalam keadaan tergantung menggunakan tali tambang yang diikatkan ke kusen pintu kamar.

“Menurut keterangan saudari Winarti saat hendak pulang ke rumah, dirinya dikagetkan dengan melihat bahwa saudaranya sudah tewas dalam keadaan tergantung,” tuturnya.

Saat melihat saudaranya tergantung itu, Winarti sontak berteriak sehingga menarik perhatian warga sekitar perumahan.

“Kejadiannya segera dilaporkan kepada pihak yang berwajib, kuat dugaan saudara R mengalami depresi sehingga korban melakukan gantung diri,” terang Risqi.

Risqi menambahkan tidak ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan petugas Inafis dari Polres Ciamis, sehingga pihaknya menyimpulkan korban murni bunuh diri di Ciamis.

“Keluarga sudah menerima dan memang tidak ada tanda-tanda kekerasan sehingga disimpulkan korban murni bunuh diri, namun untuk motifnya, diduga depresi, keluarga juga mengaku tidak mengetahui lebih detail perihal penyebab depresi,” katanya.

Status WA terakhir korban sempat beredar di media sosial, akibatnya banyak warga yang berdekatan dengan TKP sengaja datang untuk melihat kondisi korban. (Fahmi/R7/HR-Online)