Rambutan Asmara, Ikon Buah Unggulan Desa Jayaraksa Ciamis

Rambutan Asmara, Ikon Buah Unggulan Desa Jayaraksa Ciamis

Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Selain terkenal dengan pepaya californianya, Desa Jayaraksa, Kecamatan Cimaragas, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, juga mempunyai komoditas buah rambutan khas yang tidak dimiliki daerah lain. 

Di Desa Jayaraksa terdapat satu buah pohon induk rambutan yang dinamai rambutan Asmara (asli Cimaragas). Pohon ini berada di perkebunan milik Kelompok Tani (Poktan) Empang Kulon di Dusun Pasir Gintung, RT 24 RW 08. Pohon induk rambutan asmara ini dijaga dan dirawat dengan baik.

Ketua Poktan Empang Kulon Jayaraksa, yang juga Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Cimaragas, Andi Rukandi, mengatakan, belum ada yang tahu berapa usia pohon induk rambutan asmara tersebut.

Hanya saja, kata Andi, menurut cerita kakeknya, bahwa sejak kakeknya kecil, pohon tersebut sudah tumbuh.

“Mungkin ada sekitar 100 tahun lebih usia induk pohon rambutan asmara tersebut,” terang Andi kepada HR Online, Jumat (16/08/2019).

Baca juga : Pembangunan GOR Desa Jayaraksa Cimaragas Dilanjutkan Tahun Ini

Saat ini, banyak masyarakat dari dalam dan luar Cimaragas yang menginginkan benih atau bibit rambutan asmara. Namun untuk mengembangkan bibit rambutan asmara sulit. Alasannya karena teknik dicangkok sedikit sulit dan sering gagal.

Program Pengadaan Bibit

Makanya Poktan bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cimaragas akan melakukan program dengan sistem okulasi atau tempel. 

Kepala Desa Jayaraksa, Hj. Aan Kusmayati, mengatakan, pihaknya berupaya melaksanakan program pengadaan pembibitan rambutan asmara bekerjasama dengan Balai Penyuluhan dan Pertanian (BPP) Cimaragas.

“Animo masyarakat yang ingin menanam rambutan asmara tinggi. Jadi kita akan mulai kembangkan,” ujarnya.

Aan menuturkan, langkah pembibitan dimulai dari penanaman batang bawah pohon rambutan yang ditanam dari biji rambutan jenis apa saja.

Baca juga : Jayaraksa, Desa Tercepat Lunasi PBB-P2 di Ciamis

Ketika sudah usia 7 bulan dan sudah berbatang, maka akan ditempeli entres atau mata tunas rambutan dari pohon rambutan asmara. 

“Kita akan sediakan sarana polibeg beserta pupuk untuk masyarakat. Agar mereka bisa melakukan pembibitan rambutan asmara,” ungkapnya.

Varietas Asli Cimaragas

Menurut Aan, rambutan asmara merupakan varietas asli Desa Jayaraksa dan sudah bersertifikat. Rambutan asmara memiliki daging yang tebal kering dengan biji kecil dan rasanya manis.

“Dalam beberapa kesempatan, Dinas Pertanian sering membawa rambutan asmara untuk dipamerkan di pameran pertanian. Rambutan asmara ini sebagai komoditas buah asli Ciamis,” ujarnya. 

Aan mengakui, saat ini belum banyak masyarakat yang menanam rambutan asmara karena sulitnya mengembangkan benih buah tersebut.

Kedepan, pihaknya akan terus upayakan agar rambutan asmara semakin banyak dan dikenal masyarakat sebagai rambutan asli Cimaragas. (Jujang/R4/HR-Online)