Seni Jingkrung Pangandaran Perlu Dilestarikan

Seni Jingkrung Pangandaran
Seni Jingkrung saat dimainkan dalam salah satu acara. Foto: Entang/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk bisa menarik para pengunjung. Salah satunya melalui kesenian tradisional Seni Jingkrung yang sudah turun temurun di masyarakat.

Seni Jingkrung, seni buhun asal Dusun Margajaya ini sudah ada sebelum penjajah Belanda datang ke Pangandaran dan masih bisa bertahan sampai saat ini.

Seni yang dimainkan oleh 9 hingga 15 orang ini biasanya ditampilkan saat syukuran kelahiran bayi. Seni Jingkrung yang kental nuansa Islam ini berisi pupujian yang mengisahkan para Nabi dan Rosul.

Kepala Desa Margacinta, Edi Supriadi, mengatakan, seni tersebut juga kental sekali pujian-pujian yang sarat dengan pesan moral. Karena itu, seni tersebut perlu dilestarikan.

“Alhamdulillah seni ini mulai digandrungi, bahkan mulai diturunkan supaya tidak punah, dan generasi selanjutnya melestarikan seni buhun ini,” kata Edi.

Edi menambahkan, agar seni tersebut semakin dikenal masyarakat luas, sudah seharusnya ditampilkan dalam berbagai kesempatan, terutama dalam kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang.

“Apalagi bila pengunjung itu berasal dari luar, seperti turis asing, tentu saja ini menjadi sesuatu yang menarik. Jadi, sekali ini kesenian ini perlu dipertahankan dan dikembangkan,” pungkasnya. (Ntang/Koran HR)