Situs Keramat Cibarani Ciamis Perlu Perhatian

Situs Keramat Cibarani
Situs Keramat Cibarani yang berada di Desa Ciakar Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis. Foto: Edji/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Situs Keramat Cibarani yang berada di Desa Ciakar Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis, merupakan salah satu tempat bersejarah. Di lokasi tersebut terdapat macam-macam patilasan dan sumber mata air yang dikeramatkan oleh masyarakat.

Konon menurut cerita, tempat itu merupakan peninggalan Sanghyang Adidampal. Meski dijadikan sebagai tempat bersejarah, tampaknya situs ini membutuhkan perhatian Pemerintah. Pasalnya, selain fasilitas penunjang kurang memadai dan kurangnya promosi pariwisata.

Menurut Kuncen Situs Cibarani, Ano, di Situs keramat Cibarani selain terdapat petilasan dan adanya makam Sanghyang Adi Dampal, juga di sekitarnya ada sumber air yang dikeramatkan dan tidak pernah surut sekalipun kemarau panjang.

Bagi warga  setempat, Cibarani biasa digunakan untuk mandi dan mencuci. Namun, masyarakat yang datang dari luar daerah, biasanya mereka datang untuk mengharapkan kesembuhan dari penyakit, penjagaan, serta muhabbah atau penghasilan.

Sayangnya, fasilitas penunjang bagi pengunjung masih belum maksimal. Padahal, Situs Keramat Cibarani erat kaitannya dengan Situs Astana Gede. Entah apa sebabnya, bertahun-tahun belum ada bantuan dari dinas terkait untuk pelestarian situs-situs sejarah, khususnya yang berada di Dusun Ciakar Hilir Desa Ciakar.

Uned, warga sekitar, mengatakan, Situs Keramat Cibarani setiap malam Selasa kliwon dan malam jum’at Kliwon, selalu ramai didatangi peziarah. Para peziarah terkadang banyak dari luar daerah. Mereka (peziarah) biasanya setelah selesai berdo`a di makam keramat Sanghyang Adi Dampal.Para peziarah langsung mandi/ bersuci di sumber mata air Cibarani yang dikeramatkan.

Menurut Uned, di lokasi tersebut ada tiga titik sumber air, terdiri dari kubangan kecil yang biasa digunakan untuk berwudhu, air pancuran untuk bermandi dan satunya lagi kubangan yang terkadang ditaburi beras, bunga dan uang logam.

Lebih lanjut Uned menjelaskan, kalau saja Situs Keramat Cibarani sudah terjamah dan dipromosikan oleh Dinas Kebudayaan, tidak menutup kemungkinan akan manambah PAD desa maupun kabupaten.

Kepala Desa Ciakar, Kamil Hasan, di ruang kerjanya, mengatakan bahwa Situs keramat Cibarani berada di tanah milik negara. Dia membenarkan keberadaan Situs Keramat Cibarani belum tersentuh oleh dinas terkait.

“Untuk menjaga kelestariannya Pemerintah desa telah melakukan penembokan sebagai batas, yang rencana kedepannya akan dibuatkan atau dipasangi pagar. Meski demikian, uluran tangan dan bantuan dari pihak pemerintah kabupaten sangat diharapkan. Mudah-mudahan saja apa yang diharapkan dapat segera terwujud,” katanya. (Dji/Koran HR)

Loading...