Tak Ingin di Bawah Telunjuk Orang, Iman Pilih Jadi ‘Tukang’ Sablon di Ciamis

Sablon di Ciamis
Iman Firmansyah (27) pemuda yang memilih jadi 'tukang' sablon di Gang Puspa No 125 Dusun Desa, Desa Handapherang, kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Foto: Dokpri

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Saat ini usaha di bidang sablon dan percetakan terbilang ramai. Terlebih banyak sekali permintaan dari konsumen yang memesan berbagai bentuk jenis sablonan kaos dan jaket (sweater). Iman Firmansyah (27) salah satu pemuda yang melirik usaha sablon kaos dan jaket. 

Dengan memanfaatkan rumahnya di Gang Puspa No 125, Dusun Desa, Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, ia membuka usaha sablon dan percetakan.

Menurut Iman kendati lowongan kerja di Ciamis cukup banyak, tetapi Iman lebih memilih untuk berwirausaha sejak remaja. Pasalnya dia tidak mau berada di bawah telunjuk orang lain, atau berada di bawah perintah orang lain, dia merasa bahwa kemandirianlah yang menjadi dasar seseorang meraih sukses.

Iman kemudian mendirikan ‘IF_ 125’ perusahaan yang baru didirikannya pada tahun 2012. Dari perusahaannya itu Imanbanyak menghasilkan karya-karya style anak muda saat ini.

“Saya lebih suka berwirausaha dibanding bekerja kepada orang lain,” katanya, Rabu (21/8/2019).

Iman mengaku terinpirasi dari bakatnya yang mahir dalam mendesaign grafiti pada komputernya. Lalu munculah keinginan untuk membuka usaha desaign dan sablon dengan motif sesuai yang diinginkan pemesan.

“Alhamdulillah usaha saya ngeureuyeuh saja. Ya mudah-mudahan kedepannya semakin berkembang bukan hanya perseorangan yang memesan tetapi bisa masuk ke dunia pasar,” ujar lelaki keluaran SMK tahun 2011 ini.

Untuk bahan kaos menurutnya bermacam-macam kualitas tergantung si pemesan. Ada yang harga Rp 30.000 hingga Rp 60.000 tergantung kualitas kaos itu sendiri. Dia pun tidak menampik memberikan potongan kepada setiap pemesan yang memesan sablon baju atau jaket dalam jumlah yang banyak. 

Dalam satu bulan orderan yang biasa dia kerjakan bisa mencapai ratusan sablonan kaos dan jaket. Hanya saja kata dia, dalam satu bulan itu tidak selalu banyak. Kadang lika-liku usahanya juga sepi.

“Ya dalam sebulan untungnya bisa dapat Rp 1 juta lebih, lumayan saja namanya juga lagi belajar,” jelasnya.

Selain menggarap sablon kaos dan jaket dia juga mengerjakan berbagai usaha percetakan seperti kartu undangan, kalender, kartu nama, kop surat, gantungan kunci dan lainnya. (Jujang/R7/HR-Online)