Tanam Pakcoy di Musim Kemarau, Warga Kota Banjar Kebanjiran Order

Mustafid Tanam Pakcoy di halaman rumah
Mustafid Tanam Pakcoy di halaman rumah. Foto: Muhlisin/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Meningkatkan hasil pangan di sektor pertanian tak selalu harus dikerjakan di area persawahan yang luas. Namun salah satu warga Kota Banjar yang bernama Mustafid memanfaatkan untuk tanam pakcoy di sekitar rumahnya.

Keuletanya mengolah lahan, kini halaman rumahnya yang berada di Lingkungan Langkaplancar, Kelurahan Bojongkantong, Kecamatan Langensari ini disulap penuh dengan tanaman sayur pakcoy atau sawi sendok

“Jadi petani ya nggak melulu soal menggarap padi di sawah, tapi bisa mengolah lahan termasuk memanfaatkan kebun di halaman rumah,” tutur Mustafid membuka pembicaraan, Minggu (25/8/2019).

Salah satu tanaman yang dibudidayakan oleh Mustafid adalah tanaman sayur jenis pakcoy. Ia sengaja memilih tanaman tersebut karena dianggap lebih cocok dengan kondisi saat ini yang masih dalam masa kemarau.

Selain masa panen yang relatif pendek, kata Mustafid, tanaman pakcoy perawatanya lebih mudah, tidak rentan hama dan tidak perlu memakan biaya banyak untuk ongkos produksi.

“Kadang saya menanam tanaman yang lain, ada kangkung, pernah juga sayur kol. Cuma untuk musim kemarau bagusnya tanaman pakcoy lantaran perawatanya lebih mudah harganya juga stabil,” jelasnya. 

Selain itu, Mustafid pun tak perlu menunggu terlalu lama. Pasalnya, dari mulai penyemaian bibit sampai masa panen hanya memakan waktu kurang lebih selama 20 hari.

Selama masa tunggu itu, Ia hanya beberapa kali memberikan pupuk, selebihnya perawatan dilakukan dengan penyiraman tanaman secara rutin.

“Kalau terlalu banyak pupuk nggak bagus, tanamanya nanti pada mati. Terlalu banyak air juga berpengaruh daunya itu jadi lembab hasilnya tidak maksimal,” ujar Mustafid.

Sembari menyiram tanaman pakcoy ia melanjutkan, saat ini hasil panen yang didapat dari budidaya pakcoy di halaman kebun rumahnya bisa mencapai 3000 ikat lebih dalam setiap bulanya, dengan harga jual Rp. 2500 setiap ikatnya.

“Memang jualnya pakai sistem ikat, bukan dikilo. Permintaanya kan begitu, harus sesuai order,” katanya.

Dalam menanam pakcoy ini, Ia tak perlu mengeluarkan biaya terlalu banyak. Sebab, jumlah bibit yang Ia butuhkan untuk menanam pakcoy hanya menghabiskan sekitar empat bungkus bibit pakcoy.

Setiap pack bibit pakcoy Ia beli dengan harga Rp.17 ribu, dan dari bibit tersebut bisa menghasilkan sekitar 350 ikat pakcoy dalam sekali panen.

“Untuk rencana menyuplai ke pasar yang lain ya ada, cuma waktunya tidak sempat. Ini aja isteri saya yang jual ke pasar subuh Banjar, jadi ya sama pelanggan yang sudah ada aja kita sudah kewalahan, apalagi kalau ke tempat lain,” pungkasnya. (Muhlisin/R6/HR-Online)