Tempat Bongkar Muat Angkutan Barang, Terminal Pasar Galuh Kawali Ciamis Alih Fungsi?

Terminal Pasar Galuh Kawali Ciamis
Truk sedang bongkar muat barang di Terminal Pasar Galuh Kawali Ciamis, Jum'at (30/8/2019). Foto: Edji/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Terminal Pasar Galuh Kawali, Kabupaten Ciamis, seolah-olah beralih fungsi menjadi tempat bongkar muat kendaraan angkutan barang.

Hal ini lantaran banyaknya kendaraan yang melakukan bongkar muat ketimbang kendaraan umum pengangkut orang. Ironisnya, kondisi seperti ini sudah lama terjadi tanpa ada tindakan dari petugas.

Ramdani, salah seorang petugas Dishub di Terminal Pasar Galuh Kawali, mengatakan, banyaknya mobil angkutan barang yang melakukan bongkar muat di terminal, memang sudah berlangsung lama.

“Kendaraan pengangkut barang sudah terbiasa melakukan bongkar muat di terminal. Hal tersebut disebabkan, di Terminal Pasar Galuh Kawali tidak ada angkutan umum yang masuk. Sehingga kendaraan pengangkut barang bisa leluasa melakukan bongkar muat,” ujarnya, Jum’at (30/8/2019).

Menurutnya, kendaraan angkutan umum yang masuk dan ‘ngetem’ di terminal hanya angkutan pedesaan saja, itupun jumlahnya hanya beberapa unit saja.

“Meskipun kendaraan umum tidak masuk terminal, tapi restribusi dari setiap kendaraan angkutan umum berjalan lancar,” katanya.

Lanjut Ramdani, kendaraan angkutan umum tidak masuk terminal sangat beralasan. Sebab, akses jalan di lokasi Pasar sangat sempit sehingga kemacetan kerap terjadi.

“Jalannya sempit, saking sempitnya jadi suka macet,” katanya.

Pantauan HR Online di lapangan, pada Jum’at (30/8/2019) siang, sejumlah kendaraan angkutan barang yang memasuki area terminal pada umumnya melakukan bongkar muat. Meski, jalur terminal bukan tempatnya.

Sumber HR Online yang dapat dipercaya, mengatakan, semestinya setiap pasar memiliki area untuk bongkar muat barang. Sehingga tidak mengganggu terminal angkutan orang.

“Banyaknya kendaraan angkutan barang yang melakukan bongkar muat di Terminal Pasar, seolah olah terminal alih fungsi,” katanya.

Untuk kendaraan angkutan barang, hal itu dinilainya sebagai sebuah pelangggaran yang sudah semestinya ditertibkan.

“Tapi selama ini terkesan tidak ada tindakan dari petugas, seperti dibiarkan saja,” pungkasnya. (Edji/R7/HR-Online)