Tumpukan Material Batu di Kota Banjar Ganggu Pengguna Jalan

Tumpukan Batu
Tumpukan material batu belah sepanjang sekitar 50 meter di Jalan Lingkungan Babakan, RT.01, RW.04, tepatnya di area persawahan Blok Rancacoet, Kelurahan Muktisari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, mengganggu lalu lintas pengguna jalan. Photo : Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Tumpukan batu belah sepanjang sekitar 50 meter di jalan wilayah Lingkungan Babakan, RT.01, RW.04, tepatnya di area persawahan Blok Rancacoet, Kelurahan Muktisari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, dikeluhkan warga karena menghalangi lalu lintas pengguna jalan, terutama kendaraan roda empat.

Pantauan Koran HR di lokasi, tumpukan material batu belah itu hampir memakan seluruh badan jalan yang memiliki lebar sekitar 3 meter. Di lokasi tersebut juga tidak terlihat ada pekerjaan proyek.

Menurut informasi yang dihimpun HR, lokasi tersebut dijadikan tempat lansir penyimpanannya material oleh penyedia jasa dalam proyek pembangunan JITUT yang saat ini pengerjaannya belum dimulai.

Ketua LPM Kelurahan Muktisari, Jejep Anwar, mengatakan, tumpukan material batu belah yang disimpan sembarang itu sudah ada sejak dua minggu lebih, dan sangat menggangu aktivitas warga pengguna jalan.

“Penyimpanan material itu sangat tidak benar dan mengganggu lalu lintas pengguna jalan, karena jalan tidak bisa dilewati kendaraan roda empat. Untuk pejalan kaki atau pengguna motor saja kesusahan melewatinya,” katanya, kepada Koran HR, Selasa (13/08/2019).

Menurut Jejep, sebelumnya pihak yang menyimpan batu dengan sembarangan itu tidak ada koordinasi dengan warga sekitar. Sehingga, warga pun tidak mengetahui milik siapa material tersebut.

“Mestinya perhatikan keselamatan warga, jangan sembarangan menyimpannya. Masa sampai memakan hampir seluruh badan jalan. Apa tidak memperhatikan dampak negatif yang bisa terjadi,” tandasnya.

Selain itu, kata Jejep, jika ada pekerjaan proyek, seharusnya disosialisasikan dulu kepada warga, dan pihaknya pun tidak merasa mendapatkan sosialisasi rencana pembangunan JITUT.

“Dan ternyata setelah kami telusuri, itu proyek JITUT yang lokasinya jauh dari tempat sekarang menyimpan batu. Proyeknya juga belum dimulai,” katanya.

Tumpukan material batu itu sempat dibereskan oleh warga agar tidak terlalu menghalangi jalan. Meski begitu, Jejep tetap meminta material tersebut secepatnya dibereskan pihak pemborong untuk segera diangkut. Jangan sampai jatuh korban akibat tumpukan material yang menghalangi jalan.

Lurah Muktisari, Feri Angga Kostradini, juga sangat menyayangkan kondisi tumpukan material batu belah yang tersimpan di jalan tersebut, karena keberadaannya mengganggu aktivitas warga.

“Kami sendiri tidak tahu siapa yang menyimpan material itu. Tapi memang harus segera dipindahkan agar tidak sampai menimbulkan kecelakaan warga,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, HR belum sempat menerima penjelasan dari penyedia jasa atau pelaksana proyek JITUT di lokasi wilayah Kelurahan Muktisari. (Nanks/Koran HR)