Unik, Upacara HUT RI di Cigugur Pangandaran Digelar di Sungai Sambil Ngaliwet

upacara HUT RI
Warga Dusun Karanganyar, Desa Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menggelar upacara HUT RI dengan cara berendam di sungai dan memakai rompi body rating. Foto: Entang/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-Banyak cara dilakukan warga dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74. Seperti dilakukan warga Dusun Karanganyar, Desa Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, ini terbilang unik. Mereka menggelar upacara HUT RI dengan cara berendam di sungai dan memakai rompi body rating.

Setelah upacara digelar, kemudian mereka menggelar makan nasi liwet. Lokasi upacara unik ini digelar di area sungai atau tepatnya di depan mulut goa Cilalay. Peserta upacara diikuti oleh sejumlah anak-anak pelajar dan warga sekitar.

Meski digelar di sungai, namun tidak mengurangi kekhidmatan upacara bendera. Rangkaian upacaranya pun sebagaimana prosedur tetap, yang terdiri dari pengibaran bendera merah putih, pembacaan teks Pancasila dan UUD 45 hingga pembacaan proklamasi serta mengheningkan cipta.

Bahkan, seusai upacara para peserta pun menambah sesi dengan menyanyikan lagu-lagu nasional yang bertemakan perjuangan.

Ketua Karang Taruna Desa Cigugur, Jenjen Suana, yang juga sebagai penyelanggara acara tersebut, mengatakan, upacara unik ini merupakan yang pertama kali digelar di sungai yang berlokasi di Destinasi Wisata Goa Cilalay.

Jejen menambahkan pihaknya sengaja memilih cara unik dalam menggelar upacara HUT RI. Hal itu bertujuan agar banyak warga tertarik mengikuti prosesi upacara.

“Kami berpikir kalau menggelar upacara di lapangan mungkin sudah biasa. Warga pun akan menganggapnya hal biasa-biasa saja. Tetapi kalau digelar di sungai dengan rompi body rafting dan setelahnya makan liwet bareng, tentu hal yang luar biasa. Terbukti sekarang banyak warga yang mengikuti upacara,” ujarnya.

Menurut Jejen, pihaknya ingin acara upacara ini diikuti oleh banyak warga. Hal itu bertujuan agar warga mendapat edukasi mengenai nilai-nilai perjuangan para pahlawan bangsa dan menumbuhkan kecintaan terhadap NKRI.

Dalam upacara itu pun, lanjut Jejen, pihaknya mengajak khususnya kepada generasi muda untuk meneruskan perjuangan para pahlawan dalam menjaga keutuhan NKRI.

“Selain itu, upacara ini juga memiliki tujuan untuk mempromosikan destinasi wisata Goa Cilalay yang baru beberapa bulan ini dibuka. Kami berharap warga ikut mempromosikan objek wisata ini,” ujarnya.

Sementara itu, usai menggelar upacara, panitia menggelar acara makan bareng nasi liwet. Sebelum disajikan, para peserta memasak nasi liwet dengan menggunakan 17 kastrol. Menggunakan 17 kastrol tentu sebagai simbol tanggal 17 Agustus yang merupakan hari kemerdekaan Republik Indonesia. (Ntang/R2/HR-Online)