Unjuk Rasa, Warga Minta Desa Karangmulya Pangandaran Transparan Soal Pembangunan GOR

Desa Karangmulya
Warga Desa Karangmulya melakukan aksi di halaman Kantor Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-Ratusan warga yang mengatasnamakan pergerakan masyarakat Desa Karangmulya, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, melakukan unjuk rasa ke Kantor Kecamatan Padaherang.

Mereka menuntut transparansi pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Desa Karangmulya yang diduga terjadi penyelewengan, Selasa (6/8/2019).

Sebelumnya, mereka telah melakukan audiensi sebanyak 3 kali. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil hingga akhirnya mereka terpaksa melakukan unjuk rasa dan melibatkan lebih banyak massa.

Apudin, Koordinator aksi, mengatakan, dugaan penyelewengan Dana Desa tahun 2018 tersebut muncul setelah adanya tunggakan terhadap salah satu toko bangunan sebesar Rp 50 juta dan tunggakan upah kerja sekitar Rp 1,4 juta. Sementara semua pekerjaan sudah selesai.

“Kami bosan menunggu dan menginginkan penjelasan serta tindakan yang jelas dalam menyelesaikan masalah. Bukannya kita tidak percaya inspektorat yang akan memeriksa itu, tapi kita butuh kepastian dan penjelasan penyelesaiannya,” kata Apudin kepada Koran HR usai bernegosiasi bersama perwakilan massa dengan Camat, Polsek dan Danramil Padaherang.

“Setelah aksi ini kita akan laporkan masalah ke Kepolisian bagian Tipikor. Masalah administrasi kita serahkan ke Inspektorat, besok kita buat laporannya,” tambah Apipudin.

Sebelum datang ke Tipikor, pihaknya akan melengkapi berkas dan bukti untuk pelaporannya. Sedangkan dalam proses pelaporan tersebut, pihaknya juga meminta pengawalan dari Kepolisian dan TNI.

Camat Padaherang, Kustiman, mengatakan, pihaknya sudah memfasilitasi audiensi yang dilakukan masyarakat tersebut sudah 3 kali, 2 kali di Desa dan 1 kali di Kantor Kecamatan. Dalam tuntutannya, massa meminta transparansi pembangunan GOR Desa Karangmulya yang diduga kuat terjadi penyelewengan dan meminta agar diproses secara hukum.

“Kepada mereka kami hanya menyarankan untuk melaporkannya kepada pihak yang berwenang dengan bukti-bukti valid supaya tidak menjadi fitnah. Selain itu, kami juga meminta agar mereka tetap menjaga kondusifitas,” kata Kustiman.

Di lokasi yang sama, Kabag Ops Polres Ciamis Kompol, Sumari, mengatakan, pihaknya dalam mengamankan aksi ini mengerahkan 126 personel gabungan dari Dalmas, Intel, Polsek dan Rayon. Sementara dari TNI sebanyak 25 personel.

“Dalam pengamanan ini tentu saja kita ingin memastikan bahwa proses audiensi ini bisa berjalan kondusif,” singkatnya. (Mad/Koran-HR)