269 Kendaraan Terjaring Operasi Gabungan KTMDU di Pangandaran

269 Kendaraan Terjaring Oprasi Gabungan KTMDU di Pangandaran
Satlantas Polres Ciamis, Unit Lantas Polsek Pangandaran, Polsek Kalipucang, Subdenpom Banjar, bekerjasama dengan Bapenda Jawa Barat melalui Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah atau P3DW Kabupaten Pangandaran, di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Pangandaran. Photo : Entang SR/HR.

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Sebanyak 269 kendaraan terjaring dalam Operasi Gabungan KTMDU yang digelar Satlantas Polres Ciamis, Unit Lantas Polsek Pangandaran, Polsek Kalipucang, Subdenpom Banjar, bekerjasama dengan Bapenda Jawa Barat melalui Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah atau P3DW Kabupaten Pangandaran, di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Pangandaran.

Operasi gabungan yang digelar selama tiga hari terhitung sejak Selasa (10/09/2019) itu difokuskan untuk menjaring Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU).

Berdasarkan data yang dihimpun HR Online, dalam tiga hari digelarnya razia kendaraan, petugas gabungan yang terdiri dari Polisi, TNI, Dishub dan Kantor Samsat Kabupaten Pangandaran, berhasil menindak sebanyak 269 kendaraan.

Dari jumlah sebanyak itu, 163 kendaraan diantaranya dilakukan penilangan STNK dan SIM, maupun bagi pengendara motor yang tidak menggunakan helm. Sedangkan, kendaraan yang pajaknya sudah habis dan membayar pajak di tempat tercatat sebanyak 68 kendaraan.

Sementara, 38 lembar STNK lainnya terpaksa di tahan pihak Bapenda lantaran pemilik STNK tidak membayar pajak di tempat. Ke-38 lembar STNK itu meliputi 19 kendaraan roda dua dan 19 kendaraan roda empat.

Kepala Seksi Penerimaan dan Penagihan P3DW Kabupaten Pangandaran, Nanang Sulaeman, menjelaskan, setiap kendaraan wajib melakukan daftar ulang, termasuk membayar pajak kendaraannya.

“Setiap tahun STNK itu harus disahkan, dan tujuan kami gelar razia ini ingin membantu masyarakat untuk mengingatkan, barangkali ada yang lupa bayar pajak, terlambat atau tidak sempat, ya kami jemput bola di sini,” ujarnya, kepada HR Online, Jumat (13/09/2019).

Selain itu, lanjut Nanang, selama tiga hari Operasi Gabungan KTMDU digelar, ada 68 unit kendaraan, baik roda dua maupun roda empat yang melakukan pembayaran pajak di tempat razia, sehingga hasil PAD terkumpul sebanyak Rp 32.977.400.

PAD sebesar itu diperoleh dari 55 unit kendaraan roda dua yang bayar pajak di tempat dengan hasil uang terkumpul Rp 17.671.300. Sedangkan, kendaraan roda empat ada 13 unit yang bayar pajak di tempat dengan total uang terkumpul Rp 15.306.100.

“Jadi, total semua uang dari pembayaran pajak di tempat kita dapat sebesar Rp 32.977.400,” jelasnya.

Selain menyasar KTMDU, razia kendaraan juga bertujuan untuk menindak pemilik kendaraan yang tidak membawa kelengkapan surat-surat, seperti SIM, STNK, dan lainnya. Namun, penindakannya dilakukan oleh pihak kepolisian.

“Ya, dalam operasi gabungan itu harus sesuai tugasnya masing-masing. Kalau kewenangan polisi dibagian penindakan pelanggaran lalu lintas. Nah, kalau yang pajaknya tidak lengkap atau habis masa berlakunya, baru ke kami,” tegas Nanang.

Sementara itu, Kanit Turjawali Polres Ciamis, Iptu. Indri Yosita, menambahkan, selama tiga hari Operasi Gabungan KTMDU digelar, sedikitnya ada 163 unit kendaraan yang ditindak penilangan karena melanggar peraturan lalu lintas, seperti tidak menggunakan helm, tidak membawa STNK maupun SIM, ataupun pelanggaran lainnya.

“Karena pengendara tidak lengkap surat-suratnya, kita lakukan penilangan sesuai aturan dengan rincian 140 lembar STNK dan 23 lembar SIM, jumlah semua jadi 163 lembar,” terang Indri. (Ntang/R3/HR-Online)

Loading...