Rabu, Januari 26, 2022
BerandaBerita TerbaruBahaya Asteroid Tabrak Bumi, NASA cs akan Antisipasi dengan Cara Hantam Gunakan...

Bahaya Asteroid Tabrak Bumi, NASA cs akan Antisipasi dengan Cara Hantam Gunakan Pesawat

Bahaya asteroid tabrak bumi telah diantisipasi oleh lembaga antariksa. Bahaya asteroid yang jumlahnya ratusan ini dikabarkan melintas ke arah bumi. Meski para ilmuwan dari lembaga antariksa menyebut bahwa bumi masih dalam keadaan aman dari serangan asteroid, namun kemungkinan akan ada saatnya asteroid menghantam bumi.

Sebagai bentuk antisipasi akan terjadinya kemungkinan tersebut, para astronom yang berasal dari berbagai lembaga antariksa internasional berupaya sebaik mungkin untuk menyelamatkan bumi. Adapun salah satu caranya, yaitu menabrakan pesawat luar angkasa ke asteroid.

Dalam upaya penyelamatan bumi ini, pesawat luar angkasa yang diuji coba akan ditabrakkan ke asteroid, yaitu pesawat milik NASA yang bernama Double Asteroid Redirection Test (DART). Bukan tanpa alasan mengapa para astronom menggunakan pesawat luar angkasa tersebut untuk menabrak asteroid.

Diketahui bahwa upaya penanggulangan bahaya asteroid tabrak bumi tersebut dilakukan untuk menguji apakah pesawat luar angkasa yang ditabrakkan ke arah asteroid akan mengubah belokan lintasannya. Dengan demikian, lintasan asteroid tidak lagi mengarah ke bumi, sehingga bisa aman terkendali.

Sementara asteroid yang akan ditabrak oleh pesawat luar angkasa tersebut sebagai bentuk uji coba target, yaitu asteroid Didymos B. Dalam uji coba tersebut, pesawat luar angkasa Double Asteroid Redirection Test (DART) akan menabrak asteroid Didymos B dengan kecepatan 23.760 km per jam.

Dengan kecepatan tersebut, laju asteroid akan berubah sekitar 1 cm per detik. Tabrakan ini diperkirakan akan mengubah periode orbital. Dengan begitu, pergerakan asteroid Didymos B bisa melambat, sehingga tak akan membahayakan bumi.

Mengenai jadwal peluncuran misi penanggulangan bahaya asteroid tabrak bumi, dikabarkan pesawat luar angkasa Double Asteroid Redirection Test (DART) akan diluncurkan pada Juli 2021. Sementara untuk tabrakannya, diperkirakan akan dieksekusi pada September 2022.

Bahaya Asteroid Tabrak Bumi

Asteroid Didymos B yang menjadi target tabrakan memiliki panjang sekitar 800 meter dengan badan sekunder yang berukuran 150 meter. Sementara pesawat luar angkasa yang akan menabrak asteroid Didymos B berjarak 11 juta km dari bumi.

Perlu diketahui bahwa bahaya asteroid tabrak bumi bisa dirasakan oleh semua umat manusia. Hal ini dikarenakan asteroid memiliki ukuran besar, sehingga mengakibatkan kepunahan massal.

Seperti diketahui, kepunahan yang diakibatkan oleh asteroid pernah terjadi pada zaman dinosaurus. Tabrakan ini juga memicu terjadinya zaman es.

Seorang ilmuwan di Universitas John Hopkins Amerika Serikat yang juga bekerja sebagai ilmuwan di DART yakni Nancy Chabot, menyampaikan bahwa pencegahan bahaya asteroid tabrak bumi bisa dilakukan dari 5 hingga 15 tahun sebelumnya.

Asteroid yang nantinya akan ditabrak oleh pesawat luar angkasa dari NASA itu tidak akan memberikan ancaman bagi bumi. Pesawat ini hanya akan melihat apakah deflasi serupa terjadi pada batuan asteroid di masa mendatang.

Fakta Proyek AIDA

Upaya bersama yang dilakukan untuk menyelamatkan bumi dari serangan asteroid ini dinamakan dengan proyek AIDA. Proyek ini diprakarsai oleh NASA dan lembaga antariksa Eropa (ESA).

Perlu diketahui bahwa sebenarnya proyek ini sudah diumumkan sejak 2015. Hanya saja, ada temuan yang mengejutkan tentang banyaknya jumlah asteroid yang mengarah ke bumi turut menjadi implikasi pengujian. Bahaya asteroid tabrak bumi memang harus dicegah.

Pada April 2019 ini, pesawat ruang angkasa Hayabusa2 dari JAXA berhasil mengebom asteroid Ryugu. Akibat dari bom tersebut, terjadi ledakan hebat dan menciptakan kawah yang ukurannya cukup besar. Sementara itu, material yang ada di permukaan asteroid kini tampak mirip pasir.

Disamping itu, misi kedua dalam penanggulangan bahaya asteroid tabrak bumi dikabarkan akan bekerja sama dengan Hera milik ESA. Peluncuran pesawat luar angkasa Hera ini dijadwalkan pada tahun 2023. Nantinya Hera diprediksi akan tiba ke asteroid Didymos B pada tahun 2027.

Mengingat sistem asteroid tak bisa dilihat dari bumi, Hera akan berikan informasi mengenai seberapa besar tabrakan yang terjadi antara pesawat DART dan asteroid Didymos B yang menyebabkan perpindahan arahnya. Informasi yang disampaikan sangat rinci, sehingga bisa dipahami secara lebih mudah.

Bahaya asteroid tabrak bumi harus diantisipasi sejak dini. Hal ini dilakukan tak hanya untuk menyelamatkan bumi saja, tetapi juga meneruskan kelangsungan hidup di masa mendatang. Upaya yang dilakukan para astronom dalam menabrakkan pesawat ke asteroid patut diapresiasi dan didukung. (R9/HR-Online)

- Advertisment -