Bungkus Obat Batuk Komix & Botol Miras di Jl. Banjar-Langensari

Bungkus Obat Batuk Komix
Puluhan bungkus obat batuk Komix dan botol minuman keras ditemukan di Jalan Raya Banjar-Langensari, tepatnya di areal pesawahan Dusun Sampih, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. Photo : Muhafid/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Jalan Raya Banjar-Langensari yang berada di areal persawahan Dusun Sampih, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, masih menjadi tempat favorit onkum remaja dan pemuda untuk mabuk-mabukan, bahkan ditemukan banyak bungkus obat batuk komix.

Hal itu dibuktikan dengan banyaknya puluhan bungkus obat batuk Komix maupun botol minuman keras di sekitar lokasi tersebut. Pantauan Koran HR, lokasi itu memang dikenal sebagai tempat yang cukup nyaman buat nongkrong.

Terlebih keberadaan pohon yang membentuk terowongan di jalan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi warga, khususnya kalangan remaja untuk berswafoto. Di sisi lain, di bawah pohon maupun di selokan terdapat puluhan bungkus obat batuk Komix yang habis dikonsumsi oleh oknum remaja.

Salah seorang warga sekitar, Agus, mengatakan, saat malam hari, tempat tersebut memang menjadi lokasi yang sangat nyaman digunakan untuk berbuat hal-hal negatif, apalagi lokasinya berada cukup jauh dari pemukiman warga.

“Kadang lokasi tersebut digunakan untuk balapan motor, meski saat ini sudah jarang. Sekarang paling sering digunakan untuk mabuk-mabukan, terutama di malam hari,” katanya, kepada Koran HR, Selasa (24/09/2019).

Menurut Asep, masih mudahnya remaja membeli obat batuk Komix dalam jumlah banyak perlu diperhatikan oleh masyarakat maupun pemerintah. Sebab, ketika perilaku negatif itu dibiarkan saja, tentu akan berdampak buruk bagi remaja itu sendiri.

“Miris saja kondisi ini sepertinya kurang tindakan serius. Seharusnya ada langkah-langkah antisipasi dari pemerintah, misalnya dengan membatasi penjualan obat Komix, dan tidak diperbolehkan menjual banyak kepada remaja ataupun pemuda,” tandas Asep.

Hal senada juga dikatakan Muhammad, warga lainnya. Dirinya mengharapkan pada waktu-waktu tertentu untuk dilakukan operasi atau razia, supaya remaja yang nongkrong pada malam hari merasa jera.

“Waktu-waktu yang kerap dipakai nongkrong itu malam Minggu. Biasanya mereka nongkrong di sana. Minimalnya dengan razia mereka bisa diamankan dan bisa diberikan pembinaan. Dengan begitu, mereka tidak lagi melakukan hal negatif itu,” kata Muhammad. (Muhafid/Koran HR)

Aegis Boost Pro