Data DAK Salah Input, Disdik Ciamis Minta Maaf

DAK salah input
Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis. Foto: Net/Ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Data Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis salah input. Akibatnya banyak sekolah yang menerima DAK tertukar dengan sekolah lainnya. Hal ini kemudian menjadi polemik berkepanjangan, Disdik Ciamis pun meminta maaf kepada sejumlah sekolah yang DAK-nya tertukar.

DAK tersebut digunakan untuk rehab bangunan SD di Kabupaten Ciamis, namun pada 4 September 2019 diketahui pencairannya tertukar. Hal ini terjadi merata di beberapa kecamatan di Kabupaten Ciamis.

Kabid Sarana SD Dinas Pendidikan Ciamis, Jajang mengakui adanya salah input dalam transfer DAK tahap kedua pada sebagian sekolah. 

“Kejadian itu memang terjadi di beberapa sekolah, bukan faktor kesengajaan dan murni kejadian itu kesalahan perhitungan dalam mengupload data,” terangnya kepada HR Online, Jum’at (13/9/2019).

Tambah Jajang, pihaknya langsung melakukan koreksi, sehingga dalam waktu satu hari kejadian itu sudah beres.

“Kejadian salah transfer memang terjadi setelah ada laporan kepala sekolah penerima bantuan, namun dalam waktu sehari per tanggal 5 September 2019 langsung kami atasi,” katanya, 

“Dengan kejadian ini kami meminta maaf kepada sekolah yang menerima bantuan DAK atas kesalahan tersebut,” tandasnya.

Di waktu terpisah, DPRD Kabupaten Ciamis, Syarif Sutiarsa, mengatakan, setelah melakukan Sidak ke beberapa sekolah, memang ada kesalahan salah input pada pencairan tahap 2 di beberapa sekolah. 

“Kami telah melakukan Sidak di beberapa sekolah di kabupaten Ciamis, diantaranya Kecamatan Cipaku dan Kecamatan Banjaranyar, hasilnya benar ada kesalahan input,” terangnya. 

Namun Syarif mengapresiasi Dinas Pendidikan yang langsung cepat tanggap mengatasi kejadian tertukarnya DAK. Sehingga bisa beres dalam satu hari.

“Kejadian salah input terjadi pada tanggal 4 September dan tanggal 5 September, beres sangat luar biasa kinerja Disdik,” ungkapnya. 

Syarif berharap dengan kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak. “Jangan sampai terulang kembali dan semakin teliti lagi dalam bekerja,” pungkasnya. (Fahmi/R7/HR-Online)