Fenomena Supermoon di Indonesia Akhir September, Catat Tanggalnya

supermoon di Indonesia
Ilustrasi Fenomena Supermoon. Foto: Istimewa

Supermoon di Indonesia fenomenanya sampai pertengahan 2019 ini sudah ada beberapa yang diketahui. Bahkan kabarnya akhir bulan September ini juga akan ada lagi fenomena yang menakjubkan itu.

Bila Jumat malam (13/09/2019) kemarin kita bisa menyaksikan fenomena Harvest Moon yang kemunculannya 13 tahun sekali, maka pada akhir September nanti kita juga kembali akan menyaksikan fenomena Supermoon di Indonesia.

Oleh sebab itu, catat tanggalnya dan jangan sampai ketinggalan. Sejauh ini pada tahun 2019 telah ada 5 supermoon yang terjadi.

Tepatnya pada 21 Januari, 19 Februari, 21 Maret, dan kemudian pada tanggal 1 serta 30 Agustus. Dari 5 fenomena supermoon tersebut, maka Supermoon yang terjadi pada tanggal 19 Februari-lah yang merupakan paling besar dan juga paling terang.

Supermoon di Indonesia 28 September

Bagi kalian semua yang sedang menantikan fenomena ini, maka sebentar lagi bisa menyaksikannya. Seperti yang dilansir dari EarthSky. Kabar yang beredar akan ada lagi Supermoon yang terjadi pada 28 September 2019.

Lantas apa tanggapan dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional atau LAPAN terkait hal ini?

Saat ditanya mengenai hal tersebut, Thomas Djamaluddin selaku kepala LAPAN mengaku belum dapat memastikan seperti apa update terbaru dari fenomena ini.

Akan tetapi dia membenarkan bahwa ada prediksi mengenai supermoon di Indonesia pada bulan September. Pada saat ini memang kepala lapan belum membuka datanya. Namun kemungkinan supermoon dapat terjadi di bulan September. Karena hal itu berdasarkan dari prediksi sebelumnya.

Supermoon merupakan fenomena bulan purnama yang paling dekat atau bulan purnama yang paling besar. Tetapi orang awam sering menyebutnya supermoon ini sebagai fenomena bulan purnama biasa.

Supermoon hanya bisa menampakkan bulan purnama yang lebih besar. Namun sesungguhnya bagi orang awam tidak membedakan karena ukurannya hanya bertambah sedikit. Perbedaan yang signifikan bisa dilihat oleh astronom yang memotret dengan menyimpulkan ini lebih besar dari yang sebelumnya.

Sudah Bisa Diprediksi 100 Tahun Sebelumnya

Profesor riset astronomi yang telah mengenyam pendidikan S1 dalam bidang astronomi di ITB ini menyebutkan bahwa Supermoon merupakan fenomena global yang dapat dilihat dari seluruh bagian dunia.

Fenomena alam yang satu ini berbeda dengan gerhana yang hanya mampir pada wilayah tertentu. Dengan begitu supermoon di Indonesia pun dapat bisa disaksikan dengan jelas.

Selain itu, dalam ilmu astronomi, fenomena ini sudah dapat diperhitungkan sejak 100 tahun sebelumnya. Sehingga sudah dapat diperhitungkan kapan akan disebut sebagai supermoon dan bisa diprediksi tanggal kemunculannya. Perhitungannya sendiri dilihat dari jarak bulan ke bumi.

Thomas juga sudah merinci bahwa jarak rata-rata bulan ke bumi yaitu 384 ribu km. Di dalam peristiwa supermoon jaraknya akan berada pada angka 350 sampai 360 ribu km. Sehingga jaraknya lebih dekat ke bumi dari jarak rata-rata.

Fenomana supermoon di Indonesia dan di seluruh belahan dunia lainnya terdapat periode tertentu yang memungkinkan hal itu terjadi. Di dalam fenomena lain terdapat pula yang disebut minimoon, yakni kebalikannya. Sehingga purnamanya pada jarak jauh. Dalam hal ini jarak bulan ke bumi adalah sekitar 400 ribu km.

Ini seperti yang terjadi pada Jum’at malam (13/09/2019) kemarin, yaitu fenomena harvest moon yang terjadi di Indonesia menghadirkan minimoon. Ukurannya terbilang lebih kecil dari fase purnama biasa. Karena bulan menyentuh jarak terjauhnya. Jaraknya mencapai sekitar 405 ribu kilometer yang dihitung dari pusat bumi. Sehingga fenomena ini disebut dengan micromoon atau minimoon.

Setiap tahun periode terjadinya supermoon di Indonesia tidak sama. Sebab orbit bulan yang mengitari bumi ini bentuknya lonjong. Sedangkan bulan mengitari bumi dan bumi pun mengitari matahari.

Periode terjadinya supermoon memang tidak terlalu pas. Bahkan bulan depan bisa saja masih supermoon, lalu bulan depannya lagi tidak. Pada bulan-bulan kemudian juga dapat terjadi supermoon, tapi tanggalnya bisa saja bergeser.

Keistimewaan Supermoon

Berbeda dengan peristiwa supermoon di Indonesia, di Negara-negara barat fenomena ini memiliki penamaan yang unik. Umumnya penamaan ini berdasarkan pada musim munculnya purnama serta penampakannya.

Dibalik keindahan dan keistimewaan dari fenomena supermoon, sebenarnya ada beberapa hal yang harus diwaspadai ketika peristiwa tersebut terjadi. Yaitu dampak terhadap kenaikan permukaan air laut. Ketika purnama terdekat umumnya sering kali membuat air laut pasang.

Sementara itu untuk supermoon di Indonesia pada bulan September ini akan terjadi lagi pada 28 September 2019. Oleh sebab itu jangan sampai lupa catat tanggalnya dan saksikan fenomena uniknya. (R9/HR-Online)