Hari Aksara Internasional, YRBK Kota Banjar Lakukan Safari Literasi ke Sekolah

Safari Literasi
Bedah buku di Hari Aksara Internasional (HAI) yang dilaksanakan YRBK bersama sejumlah siswa. Foto: Istimewa.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Dalam memeriahkan Hari Aksara Internasional (HAI), Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK) Kota Banjar, melakukan safari literasi ke sejumlah sekolah serta bedah buku bersama pelajar.

Pendiri YRBK Kota Banjar, Sofian Munawar, mengatakan, HAI yang selalu digelar setiap tanggal 8 September di seluruh dunia ini merupakan  pengingat bagi masyarakat, betapa pentingnya budaya literasi sebagai kunci peradaban.

Memahami pentingnya hal itu, sejak 3 tahun lalu YRBK Kota Banjar berkomitmen melakukan dorongan khususnya kepada pelajar dalam Gerakan Banjar Membaca.

“Setelah beberapa tahun kita mendorong melalui gerakan membaca, saat ini kita mulai gencar mendorong para pelajar supaya gemar menulis. Dua hal ini sangat penting, apalagi bagi kemajuan Kota Banjar ke depannya,” kata Sofian, kepada Koran HR, Minggu (08/09/2019).

Virus gerakan menulis itu, lanjut Sofian, ditularkan melalui bedah buku yang merupakan karya dari para pelajar yang ada di Kota Banjar, termasuk pada pegiat literasi dan para tokoh. Buah pikir yang tertuang dalam buku ini dibedah agar semuanya termotivasi.

Pengurus Dewan Kebudayaan Kota Banjar, Syarif Hidayat, yang juga salah satu penulis dalam buku tersebut, mengatakan, budaya membaca dan menulis menjadi modal yang sangat berharga dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0.

“Saat ini tantangan zaman semakin berat, semakin kompetitif. Literasi akan menjadi kunci untuk menghadapi revolusi industri 4.0,” kata Syarif.

Hal senada juga dikatakan Sugiharti, salah satu pembina literasi SMPN 7 Banjar, bahwa gerakan literasi memacu para pelajar untuk melakukan inovasi dan mengembangkan kreativitas. Apalagi, tantangan zaman semakin kompleks di era yang serba digital ini.

“Safari literasi dan kegiatan seperti ini sangat penting dilakukan oleh para pelajar, dan juga masyarakat secara umum. Bagi para pelajar tentunya sangat membantu proses pembelajaran di sekolah. Sedangkan, bagi masyarakat umum, menjadi salah satu solusi agar mereka tidak mudah termakan dengan informasi yang tidak benar,” tandasnya. (Muhafid/Koran HR)