Inilah Fasilitas Publik di Pantai Pangandaran yang Dibangun pada Proyek Penataan

fasilitas publik di pantai Pangandaran
Gambar ilustrasi penataan pantai Pangandaran. Foto: Istimewa

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Program penataan kawasan wisata di Kabupaten Pangandaran tahun 2019 yang akan menghabiskan anggaran total sekitar Rp. 80 milyar tampaknya benar-benar akan mengubah wajah parawisata daerah tersebut. Fasilitas publik di pantai Pangandaran, misalnya, akan dibangun lengkap. Termasuk akan dibuat sarana bermain untuk wisatawan.

Kepala Bidang Destinasi di Dinas Parawisata Kabupaten Pangandaran, Dudung Cahyadi, mengatakan, proyek penataan pantai Pangandaran tahun ini dibagi ke dalam 11 zona atau titik lokasi. Sejumlah zona tersebut berada di sepanjang pantai barat sampai pantai timur Pangandaran.

“Sebenarnya dalam konsep DED proyek penataan ini dibagi ke dalam 13 zona. Namun, anggaran yang ada untuk tahun ini hanya cukup untuk membangun 11 zona saja. Sementara sisanya akan diusulkan pada program penataan tahun berikutnya. Usulan untuk penambahan anggaran tahun berikutnya sekitar Rp. 25 milyar,” ujarnya, saat ditemui akhir pekan lalu.

Fasilitas Publik di Pantai Pangandaran

Menurut Dudung, pada proyek penataan tersebut, akan dibangun sejumlah fasilitas publik di pantai Pangandaran. Diantaranya sarana pedestrian atau area pejalan kaki di kawasan taman pantai, menara life guard, tempat duduk, gajebo, shower, toilet, skywalk, adventure plyground, panggung pertunjukan dan gerbang.

“Konsep penataan pantai Pangandaran ini mengacu pada standar Indikator Global Sustainable Tourism Council (GSTC). Artinya, fasilitas harus dibuat lengkap agar bisa memberikan kenyamanan untuk wisatawan,” ujarnya.

Sementara anggaran penataan pantai barat dan pantai timur Pangandaran yang terdiri dari 11 zona, lanjut Dudung, akan menghabisakan anggaran sekitar Rp. 37 miliar.

“Anggarannya bersumber dari Pemprov Jabar. Program ini merupakan proyek strategis tipe 2 Gubernur Jawa Barat. Proyek penataan pantai ini hanya salah satunya. Karena ada beberapa proyek lainnya yang sama masuk dalam konsep penataan kawasan wisata,” terangnya.

Proyek yang dikerjakan oleh PT Bahana Prima Nusantara ini, tambah Dudung, ditargetkan selesai dalam 120 hari kerja atau berdasarkan kelander harus rampung pada tanggal 10 Desember 2019 mendatang.

“Jadi, bagi wisatawan yang berlibur ke Pangandaran pada libur natal dan tahun baru nanti, akan menikmati berbagai fasilitas yang kini sedang dibangun. Mohon doanya saja agar pengerjaan proyek penataan ini berjalan lancar,” ungkapnya.

Pengawasan Libatkan TP4D

Dudung juga mengatakan dalam proyek pentaaan yang membangun berbagai fasilitas publik di pantai Pangandaran ini melibatkan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan (TP4). Tim yang dibentuk oleh aparat penegak hukum ini akan melakukan pengawasan agar pengerjaan proyek sesuai dengan perencanaan.  

“Tim TP4D sudah memberikan rekomendasi kepada kami sebagai leading sektor proyek ini. Rekomendasi tersebut intinya agar menjaga kualitas pekerjaan dan selesai tepat waktu. Hal itu agar proyek ini tidak berujung pada permasalahan hukum,” ujarnya.

Dudung juga berharap setelah berbagai fasilitas publik di pantai Pangandaran selesai dibangun agar bisa dijaga bersama-sama. “Kami berharap masyarakat pun bisa ikut menjaga semua fasiltas yang ada. Hal itu agar tujuan mempercantik kawasan pantai yang ditargetkan guna menyedot lebih banyak kunjungan wisatawan, nantinya bisa terwujud,” pungkasnya. (Ceng2/R2/HR-Online)