Diduga Lantaran Puntung Rokok, 5 Hektar Hutan Jati di Pamarican Ciamis Hangus Terbakar

Kebakaran Hutan Jati
Kebakaran Hutan Jati di wilayah Dusun Lumbungsari, Desa Pamarican, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (09/09/2019). Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Kebakaran hutan jati milik perhutani yang berada di wilayah Dusun Lumbungsari, Desa Pamarican, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terjadi pada Senin (09/09/2019).

Informasi yang dihimpun HR Online di lapangan, kobaran api mulai terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Api terus menjalar dengan cepat dan membakar wilayah hutan di petak 75c, petak 77g dan petak 78a wilayah RPH Pamarican, BKPH Banjar Selatan.

Akibat kebakaran hutan jatu tersebut, seluas 5 hektar lahan perkebunan jati hangus.

Kapolsek Pamarican, AKP Subagja didampingi Kanit Intelkam, Bripka Khotim, membenarkan adanya kejadian tersebut.

Menurut dia, api diduga bersumber dari percikan puntung rokok yang membakar daun kering hingga terjadi kobaran api yang terus menjalar.

“Dari laporan petugas Perhutani, awal munculnya api terjadi di petak 77g. Kobaran api yang tertiup angin pun terus membesar dan menjalar ke lahan petak 75 dan 78, hingga petugas yang terjun ke lokasi kebakaran kewalahan untuk memadamkan api,” katanya.

Api baru bisa dipadamkan pada pukul 14.30 setelah petugas gabungan dari Polsek Pamarican, Koramil Pamarican, Perhutani RPH Pamarican, BPBD kabupaten Ciamis, Tagana serta Damkar Kabupaten Ciamis berjibaku memadamkan api.

“Dari keterangan pihak Perhutani, luas wilayah hutan yang terbakar sekitar lima hektaran,” katanya.

Sementara, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ciamis, Ani Supiani, mengatakan, angin kencang dan banyaknya daun jati kering yang berguguran membuat api cepat menyebar.

“Kami mengerahkan 1 unit mobil pemadam kebakaran, kesulitannya sumber air jauh, lokasinya juga cukup terjal dan berbukit, ditambah angin yang cukup kencang,” katanya.

Pemadaman api, kata Ani, juga dilakukan dengan membuat sekat bakar dengan alat seadanya.

“Kami masih terus melakukan pemantauan sampai api benar-benar padam,” pungkasnya. (Suherman/R7/HR-Online)