Kemarau Panjang, Pengusaha Pemancingan di Ciamis Merugi

pemancingan di Ciamis
Salah satu kolam pemancingan ikan di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis yang mengalami kekeringan akibat kemarau panjang. Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Tak hanya sulit air besih, kemarau panjang yang terjadi di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, juga berimbas pada bisnis pemancingan ikan. Banyak para pebisnis pemancingan di Ciamis yang terpaksa harus gulung tikar akibat lahan pemancingannya mengalami kekeringan.

Seperti pantauan HR Online di lapangan, sejumlah pemancingan ikan mas di wilayah Kecamatan Banjarsari dan Kecamatan Pamarican yang saat ini kering hingga berimbas terhadap pendapatan para pengelola pemancingan.

Yayan, misalnya, pengusaha pemancingan ikan mas di wilayah Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican ini mengaku rugi akibat kolamnya kering pada musim kemarau saat ini.

“Ya mau gimana lagi, terpaksa kami tidak bisa membuka pemancingan saat ini, sudah tiga bulanan usaha saya tutup,” katanya, Selasa (03/09/2019).

Yayan juga mengatakan, kondisi seperti itu sudah terjadi sejak dua tahun ke belakang. Kondisi sumber mata air hilang hingga membuat dirinya rugi

“Jika menghitung rugi ya jelas saya rugi, karena selama tiga bulan ini usaha saya tidak bisa beroperasi. Kekeringan seperti ini terjadi dua kali dengan sekarang, padahal dulu mah kolam ikan saya gak pernah sampai kering seperti ini, bahkan bisa dikatakan kolam ikan saya ini paling stabil airnya, namun tidak dengan sekarang,” terangnya.

Kondisi sulit dan mampetnya sumber mata air yang saat ini terjadi, selain karena musim kemarau, juga diduga akibat tidak adanya hutan lindung yang mampu menyiram air saat musim kemarau tiba. Hal itu disesalkan warga.

Supena, warga Kertahayu, mengatakan, wilayah Kertahayu saat ini sangat berbeda dengan tahun- tahun sebelumnya. Supena menyebut, dulu Desa Kertahayu adalah wilayah yang paling kaya dan subur dengan limpahan air. 

“Dulu mah Kertahayu tidak pernah mengalami kesulitan air seperti sekarang, dimana dulu sumber-sumber mata air dari hutan jati melimpah, sehingga warga Kertahayu jarang yang mempunyai sumur, semuanya memanfaatkan sumber air dari pegunungan yang jernih dan sejuk, namun seiring berjalannya waktu, sumber-sumber mata air itu kini hilang seiring banyak terjadinya penebangan hutan jati secara besar-besaran,” katanya.

Bahkan mirisnya lagi, kata Supena, saat ini Desa Kertahayu menjadi salah satu wilayah yang mengalami krisis air bersih hingga harus dibantu oleh pemerintah melalui BPBD Ciamis.

“Dulu mah nggak pernah minta dikirim air bersih. Yang ada (dulu) wilayah Desa Kertahayu adalah salah satu wilayah yang sering diambil airnya oleh warga dari luar wilayah, lantaran di sini sangat melimpah airnya,” katanya. (Suherman/R7/HR-Online)

Loading...
Loading...