Kondisi Cuaca Stabil, Penghasilan Nelayan Pangandaran Meningkat

Penghasilan Nelayan
Ujang Kekey saat menunjukkan salah satu ikan hasil tangkapan nelayan di TPI Minasari. Foto: Entang SR/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Kondisi cuaca di perairan laut Pangandaran yang sedang bersahabat, berdampak baik terhadap tingkat penghasilan nelayan selama melaut. Bahkan, ekspor dari sektor perikanan mengalami peningkatan.

Ujang Kekey, salah satu pengelola Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Minasari, mengatakan, saat ini kondisi perikanan di Pangandaran sedang stabil. Hal itu terlihat perputaran uang dalam selama satu minggu bisa mencapai setengah miliar.

“Tentu saja ini karena kondisi cuaca di laut sedang baik. Sehingga para nelayan mendapatkan hasil yang maksimal,” katanya kepada Koran HR, Senin (2/9/2019).

Kekey menambahkan, hasil tangkapan para nelayan di antaranya ikan lendra yang banderol Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu perkilogram, kakap merah Rp 70 ribu perkilogram, ikan balakutak Rp 25 ribu hingga Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu perkilogramnya. Sedangkan ikan paling mahal adalah jenis ikan cabuk yang dibanderol Rp 230 ribu perkilogramnya.

“Yang khusus ekspor itu jenis bawal putih, tenggiri dan ikan cabuk. Biasanya dikirim ke Jepang, Belanda, Hongkong dan China. Semuanya itu dikirim melalui Jakarta,” imbuhnya.

Dalam satu minggu, lanjut Ujang, ikan yang diekpor mencapai 3 hingga 5 kwintal dengan kisaran uang sebesar Rp 400 hingga Rp 500 juta.

Sedangkan khusus pasar local, terang Ujang, jenis ikan kakap merah, ikan cabuk dan ikan lainnya juga dikirim ke berbagai daerah di Indonesia. Sementara hitungan perputaran uangnya sekitar Rp 200 juta hingga Rp 300 juta tiap minggunya dari 3 TPI yang ada di Pangandaran.

Paijo, salah satu nelayan asal Cilacap, mengatakan, selama melaut yang menghabiskan waktu 2 hingga 3 hari di laut bisa mendapatkan penghasilan sekitar Rp 15 juta.

“Alhamdulillah sekarang sedang baik kondisinya. Minimalnya selama melaut dalam kondisi baik ini kita bisa dapat Rp 6 juta hingga Rp 7 juta sekali melaut. Kalau sedang kurang bagus bisa di bawah itu,” katanya.

Adapun ikan yang dihasilkan, lanjut Paijo, di antaranya ikan kakap merah, tenggiri, cabuk dan udang. Sementara itu ia menjualnya di TPI Minasari. (Entang/Koran HR)