Lingkaran Hitam di Planet Jupiter, Fenomena Misterius yang Tertangkap Juno

Lingkaran Hitam di Planet Jupiter
Lingkaran hitam di planet Jupiter. Foto: Istimewa

Lingkaran hitam di planet Jupiter yang menampakkan wujudnya berhasil diabadikan oleh Juno. Lingkaran hitam itu mengundang misteri dan tentu saja menakutkan. Namun para ahli menghimbau untuk tak perlu khawatir. Sementara Juno adalah wahana antariksa tanpa awak yang dimiliki Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Pada Kamis (12/09/2019) lalu, gambar misterius di planet Jupiter tertangkap Juno ketika posisinya sangat dekat dengan Jupiter. Kala itu, Juno ada di jarak 8.000 km dari permukaan Jupiter. Sementara saat ini Juno ada di lintasan yang berjarak lebih dari 8 juta km.

Juno membidik gambar lingkaran besar yang terlihat tepat di atas planet Jupiter. Ternyata diketahui bahwa hal tersebut adalah bayangan dari salah satu bulan vulkanik milik planet Jupiter yang bernama Io.

Io yang membentuk lingkaran hitam di planet Jupiter tersebut adalah bulan keempat terbesar yang ada di sistem tata surya. Selain itu, Io juga termasuk salah satu dari 66 bulan yang dimiliki planet Jupiter.

Selain Io, bulan ini juga dikenal dengan nama bulan Galileo. Hal ini dikarenakan orang yang pertama kali menemukan bulan ini yaitu Galileo pada tahun 1610.

Posisi bulan ini berada cukup dekat dengan planet Jupiter. Untuk membuat orbit lengkap, Io hanya memerlukan waktu selama 42,5 jam. Mengenai ukurannya, Io memiliki ukuran yang sedikit lebih besar jika dibandingkan dengan bulan Bumi.

Dikarenakan ukurannya yang besar, maka jangan heran jika bayangan yang dihasilkan juga cukup besar. Fenomena lingkaran hitam di planet Jupiter sebenarnya adalah gerhana annular. Hal ini dikarenakan permukaan Jupiter tak seluruhnya tertutupi bayangan bulan Io.

Meski diketahui gerhana, namun para ahli lebih suka menyebutnya dengan transit. Fenomena tersebut memang mirip dengan perjalanan planet ekstasurya yang melintasi bintang-bintang inangnya. Para astronom bisa mendeteksinya secara jelas dari Bumi.

Efek optik menyebabkan munculnya lingkaran hitam berukuran besar, dimana ukuran total bayangan objek dan penumbra meningkat seiring dengan jarak matahari sebagai sumber cahaya.

Misteri Lingkaran Hitam di Planet Jupiter

Fenomena di planet Jupiter yang misterius ini sebenarnya juga pernah terjadi di Bumi saat gerhana matahari. Pada tahun 2016, efek yang sama berhasil ditangkap dari ruang angkasa.

Sebelum misi berakhir pada Juli 2021, Juno harus melakukan belasan putaran terbang lintas di atas permukaan planet Jupiter. Hal ini juga dikenal dengan sebutan perijove.

Dalam tata surya, Io adalah objek paling vulkanik. Hal ini dikarenakan bulan Io mempunyai ratusan gunung berapi dengan ketinggian mencapai 500 km di atas permukaan.

Adapun salah satu gunung api terbesar yang ada di Io yaitu Loki. Gunung api ini diperkirakan bisa meletus kapan saja. Selain fenomena lingkaran hitam di planet Jupiter ini, sebenarnya masih ada beberapa misteri Jupiter yang perlu anda tahu. Berikut beberapa fenomena planet Jupiter tersebut.

Jurang Misterius

Juno pernah menampilkan gambar-gambar spektakuler dari permukaan Jupiter. Gambar tersebut berupa pemandangan pusaran gelap yang berputar.

Gambar yang terlihat seperti jurang misterius ini ditangkap pada 29 Mei lalu. Jurang ini dikelilingi awan-awan yang cerah. Tangkapan gambar ini bisa diabadikan saat Juno ada pada jarak 14.800 km di atas puncak awan Jupiter dengan posisi 52 derajat lintang utara.

Fenomena jurang lingkaran hitam di planet Jupiter tersebut dinamakan Jupiter Abyss oleh ilmuwan Gerald Eichstädt dan Seán Doran. Jupiter Abyss ini juga dikelilingi sistem badai yang berputar-putar lainnya.

Jupiter dan Empat Bulan

Sepanjang pekan ini, planet Jupiter akan terlihat jelas dengan empat satelitnya. Sebut saja Io, Europa, Callisto dan Ganymede. Puncak fenomena terjadi pada 10 Juni 2019.

Kala itu, Jupiter akan berhadapan langsung dengan sumber cahaya, yakni matahari. Planet ini akan membentuk formasi oposisi dengan posisi Bumi-Matahari-Jupiter yang sejajar.

Dengan posisi tersebut, permukaan Jupiter akan terlihat lebih cerah di luar angkasa. Tak hanya itu, Jupiter akan pada jarak terdekat dengan Bumi pekan ini. Hal ini memungkinkan planet yang dimaksud akan terlihat lebih besar.

Saat diamati dengan teropong, fenomena ini tak hanya memperlihatkan Jupiter dan keempat bulannya saja, akan tetapi juga sabuk awan Dewa Langit dan Bintik Merah Besar.

Selain lingkaran hitam di planet Jupiter, memang ada banyak fenomena misterius yang berhasil ditangkap di luar angkasa. Namun anda tak perlu mengkhawatirkan hal tersebut sebagaimana yang dihimbau oleh para ahli. (R9/HR-Online)

Loading...