Warga Kota Banjar Ini Manfaatkan Limbah Bambu Menjadi Kerajinan Bernilai Tinggi

Limbah bambu
Kerajinan limbah bambu milik Puji yang dipajang di depan rumahnya. Foto: Sugeng/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Seorang warga Dusun Karangmukti, RT 03/07, Desa Langensari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar memanfaatkan limbah bambu dan kayu menjadi kerajinan yang bernilai ekonomi.

Pria yang bernama Puji Wiyanto (63) ini menyulap berbagai limbah kayu maupun bambu, terutama bagian tunggul pohon menjadi berbagai macam kerajinan tangan.

Ia menjelaskan, banyak sekali sisa-sisa tunggul pohon yang terbuang sia-sia, dan berakhir menjadi bahan bakar. Padahal, kata Puji, limbah-limbah tersebut bisa memiliki nilai jual tinggi bila diolah lagi.

“Saya mulai terjun di dunia seperti ini sejak tahun 1985 saat masih kerja di Gunung Babakan. Awalnya iseng saja, tapi lama-lama menjadi lebih tertarik dan sekarang saya buat kerajinan dari limbah ini,” terang Puji kepada HR Online, Kamis (5/9/2019).

Kerajinan pertama yang ia buat, kata Puji, adalah miniatur pesawat jet tempur dan kapal pinisi. Meski dibuat menggunakan alat seadanya, hasil karya pertamanya tersebut membuat orang tertarik dan membelinya. Tak hanya itu, tiga bulan terakhir juga ada yang memesan miniatur dari bahan limbah bambu.

“Saya belajar ini otodidak. Biasanya saya memanfaatkan tunggul bambu dan kayu untuk buat berbagai macam miniatur transportasi, seperti Jet Tempur, Kapal Pinisi, Tank Baja, Helikopter, Lokomotif dan lain-lain.  Kalau pakai tunggul kan biasanya awet,” tegas Puji.

Soal harga, Puji menuturkan, cukup bervariasi sesuai dengan tingkat kesulitan dalam proses pembuatannya. Seperti kapal pinisi dibanderol minimal Rp 300 ribu dan jet tempur sekitar Rp 250 ribu.

“Memang penjualannya saya itu langsung, tidak pakai media sosial. Meski begitu, alhamdulillah bisa buat menambah kebutuhan di rumah,” pungkasnya. (Sugeng/R6/HR-Online)

Loading...