Meski Digelar di Sawah, Turnamen Sepakbola IPH Cup Ciamis Bak Pertandingan Liga 1

IPH Cup Ciamis
Keseruan pembagian piala turnamen IPH Cup di Desa Ciherang, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Senin (2/9/2019). Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Sepakbola saat ini sudah menjadi salah satu olahraga yang paling digemari oleh semua kalangan. Baik laki laki maupun perempuan, sehingga setiap momen pertandingan selalu dipadati oleh ratusan bahkan ribuan penonton.

Seperti turnamen sepakbola IPH Cup yang diselenggarakan oleh pemuda Heas, Desa Ciherang, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Meski pertandingan dilaksanakan di sawah yang kering, namun kemeriahan turnamen IPH Cup tersebut mampu menyedot perhatian ratusan penonton dari luar wilayah. Kemeriahannya pun layaknya pertandingan Liga 1.

Ketua pelaksana kegiatan, Adi Ahmad Husaeni, mengatakan, turnamen sepakbola anak-anak tersebut merupakan kegiatan yang kedua kalinya. Menurutnya, para pemuda Heas telah sukses membuat sebuah ajang turnamen bergengsi tingkat kecamatan.

“Kegiatan turnamen IPH Cup ini adalah sebuah agenda kegiatan rutin para pemuda di sini. IPH sendiri adalah kepanjangan dari Ikatan Pemuda Heas yang mana kami sengaja mengadakan turnamen cup yang dilaksanakan secara terbuka. Tujuan kami mengadakan kegiatan ini adalah untuk mencetak bibit pesepakbola yang mampu menjadi pesepakbola professional,” katanya, Senin (02/09/2019).

IPH Cup ini, lanjut Adi, adalah ajang kompetisi sepakbola tingkat anak usia Sekolah Dasar yang akan terus dilaksanakan setiap tahunnya. IPH Cup diakui Adi, sudah mendapat respon positif dari kalangan masyarakat kecamatan Banjarsari.

“Awal pembukaan kegiatan ini pada tahun 2018 lalu, peserta hanya diikuti oleh 12 tim dari SD/MI yang ada di Kecamatan Banjarsari. Namun untuk tahun 2019 ini, alhamdulillah pesertanya terus bertambah menjadi 20 tim. Bahkan ada juga peserta dari Kabupaten Pangandaran yang ikut dalam kompetisi turnamen sepakbola usia Sekolah Dasar ini,” terangnya.

Para peserta IPH Cup memperebutkan piala bergilir yang akan selalu ada setiap tahunna.

“Insya Allah kita akan terus gelar turnamen ini. Meski saat ini kita hanya menggunakan lapangan sementara, yaitu di lokasi sawah, namun melihat antusias warga saat ini begitu tinggi hingga kami juga harus berpikir untuk menenangkan potensi ini. Mudah-mudahan saja pemerintah, khususnya Pemdes Ciherang bisa membuatkan lapang sepakbola untuk menunjang kegiatan menciptakan bibit pesepakbola yang handal,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Ciherang, Dedi Sugiarto melalui Sekretaris Desa, Anjar Adriana S, mengatakan, pihaknya mendukung kegiatan yang dilakukan oleh pemuda Heas. Bahkan dirinya juga siap untuk mendorong dan memperjuangkan harapan dari para pemuda Heas.

“Jelas saya sangat mendukung sekali kegiatan ini. Dimana kegiatan ini memang sangat membuat pihak kami terharu. Kami lihat meski hanya diselenggarakan di lapangan yang seperti ini, ternyata antusias warga sungguh sangat begitu luar biasa. Bahkan dalam ajang ini juga sampai ada peserta dari luar kabupaten yang ikut bermain, Insyaallah ke depannya kita akan perjuangkan untuk membuat lapangan sepakbola,” kata Anjar.

Pantauan HR Online di lapangan, turnamen sepakbola usia Sekolah Dasar IPH Cup, pada Senin (2/9/2019) sore tadi memasuki babak final yang mempertemukan 2 tim sepak bola asal Banjarsari, yaitu tim sepak bola MI PUI Kaum vs SDN 2 Banjarsari.

Tim MI PUI Kaum berhasil menjadi juara, setelah menekuk lawannya, tim SDN 2 Banjarsari dengan skor 5-2.

Sementara itu, meski turnamen sepakbola tingkat usia Sekolah Dasar ini diselenggarakan di sawah, namun antusias penonton begitu besar. Ratusan orang memadati lokasi pertandingan. Keseruan permainan para pesepakbola anak-anak ini tak kalah serunya dengan pertandingan Liga 1.

Kelincahan para pemain sepakbola anak-anak membuat para penonton terpelongo, sekali kali terdengar gemuruh sorak dan teriakan. Kelakuan para pemain juga begitu menghibur para penonton. Lantaran saat berlangsungnya permainan, ada saja kelakuan anak-anak ini yang mampu membuat gelak tawa penonton.

Seperti halnya beberapa pemain yang melakukan diving (pura pura jatuh) agar lawannya terkena pelanggaran. Bahkan kejadian adu mulut serta saling tunjuk bak pemain senior terjadi di lapangan.

Namun aksi para pemain sepakbola anak anak ini membuat gelak tawa kian meriah hingga suara tawa dan teriakan penonton pun menutupi suara operator pertandingan. (Suherman/R7/HR-Online)