Mitos Seputar Bulan Purnama: Salah satunya Bisa Bikin Gila, Benarkah?

Mitos Seputar Bulan Purnama
Mitos seputar bulan purnama. Foto: Net/Ist

Mitos seputar bulan purnama sebenarnya bisa dibuktikan melalui sains. Namun tidak semua mitos punya alasan ilmiah. Kebanyakan mitos hanya berisi cerita dari mulut ke mulut tanpa bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Bulan purnama, memang menyimpan sejumlah misteri. Banyak cerita rakyat yang dikaitkan dengan bulan purnama. Bahkan di luar negeri bulan purnama disebut sebagai waktunya serigala jadi-jadian muncul. Ada juga yang mengaitkannya dengan keberadaan drakula.

Namun, tak hanya sekitar masalah hantu, mitos seputar bulan purnama ada juga yang dikaitkan dengan masalah medis. Mitos-mitos ini banyak dipercaya oleh orang-orang.

Berikut mitos yang dikaitkan dengan bulan purnama seperti dihimpun HR Online dari berbagai sumber:

Bulan Purnama Bikin Semua Orang Jadi Gila

Bulan purnama dalam bahasa Inggris disebut dengan kata ‘lunatic’. Kata ini berasal dari bahasa Latin ‘Luna’ yang berarti nama Dewi Bulan pada mitologi kuno.

Kepercayaan terhadap Dewi Bulan ini membuat orang menghubungkan perilaku agresif manusia saat bulan purnama muncul.

Perilaku orang-orang yang menggila saat bulan purnama ini kemudian dihubungkan dengan kemunculan monster-monster mengerikan seperti drakula, manusia vampire, dan manusia serigala. Namun, tentu saja ini hanyalah mitos belaka.

Bulan Purnama Berpengaruh Terhadap Pola Tidur

Mitos seputar bulan purnama lainnya adalah kepercayaan sebagian orang jika bulan purnama berpengaruh terhadap pola tidur seseorang. Padahal tidak ada alasan ilmiah yang membuktikan hal tersebut.

Namun, peneliti asal Swiss menunjukkan orang dewasa selama bulan purnama akan beristirahat lebih singkat. Sejumlah orang dewasa setidaknya butuh waktu 5 menit sebelum tertidur lelap, namun dapat terbangun lebih cepat setelah 20 menit tertidur.

Selain itu, responden dalam penelitian tersebut menunjukkan mereka menghabiskan 30% lebih sedikit dalam fase deep sleep (tidur lelap) saat bulan purnama.

Tidak ada alasan ilmiah yang bisa menemukan jawaban paling tepat terkait hal ini. Nyatanya, bukan purnama memang berpengaruh terhadap pola tidur. Namun, sejumlah peneliti mengaitkannya dengan siklus harian natural manusia.

Anak-anak Susah Tidur Saat Bulan Purnama

Selain dianggap mempengaruhi pola tidur orang dewasa, mitos seputar bulan purnama lainnya adalah fase bulan ini disebut membuat anak-anak lebih aktif dan enggan cepat-cepat tidur.

Namun, menurut peneliti, tidak ada hubungannya dengan bulan purnama saat anak-anak susah tidur. Peneliti menyebut tanpa ada bulan purnama pun, anak-anak memang cenderung aktif dan susah untuk disuruh tidur lebih cepat.

Mitos Seputar Bulan Purnama di Dunia Kedokteran

Mitos yang beredar di dunia kedokteran ini menyebutkan jika operasi besar harus memperhatikan ramalam bintang, sehingga apabila dilakukan saat bulan purnama maka akan berbahaya.

Salah satu mitos seputar bulan purmana ini bukannya tanpa sebab, ada sebuah hipotesis yang menerangkan saat bulan purnama terjadi, gaya gravitasi bulan berpengaruh terhadap ombak di lautan, akibatnya terjadilah pasang.

Gaya gravitasi bulan saat bulan purnama ini bukan hanya mempengaruhi gelombang laut, namun juga mempengaruhi aliran darah. Namun, hipotesa ini salah.

Dalam jurnal Anesthesiology menyebutkan, tidak ada kaitannya antara bulan purnama dengan aliran darah dalam tubuh manusia. Jika pun ada, maka efeknya sangat minim.

Bahkan sejumlah penelitian menyebutkan sebaliknya, yakni saat operasi besar dilakukan pada bulan purnama, maka akan lebih aman, hasilnya pun baik. Sementara waktu operasi juga diklaim lebih singkat. Namun, para ahli tidak bisa membuktikan alasannya.

Saat Bulan Purnama Banyak Hewan Berperilaku Aneh

Ada yang percaya, jika bulan purnama terjadi beberapa hewan seperti kucing dan anjing bertingkah aneh. Mitos seputar bulan purnama ini bahkan dipercaya oleh dokter hewan. Namun tidak ada penjelasan ilmiah terkait tingkah laku anjing dan kucing saat bulan purnama ini.

Baca Juga: Harvest Moon, Fenomena Bulan Mini yang Hadir 13 Tahun Sekali

Sampai sebuah penelitain berusaha membuktikan adanya pengaruh bulan purnama pada kondisi psikologis kucing dan anjing.

Hasilnya, tidak ada kaitan antara bulan purnama dan tingkah laku dua binatang peliharaan ini. Namun diperkirakan lantaran sebelum purnama muncul, langit terlihat lebih cerah, anjing maupun kucing lebih senang bermain lebih lama. Hal ini ditengarai membuat mereka melakukan kekacauan karena terlalu lama bermain.

Sisi Gelap Bulan

Dark side of the moon atau sisi gelap bulan banyak disebut-sebut dalam dialog film ataupun lirik lagu. Namun, faktanya bulan tidak memiliki sisi gelap.

NASA menyebut jika yang dinamakan ‘sisi gelap bulan’ sebenarnya merupakan sisi terjauh dari bulan. Hal itu lantaran bulan selalu berotasi dan ada 41% dari permukaan bulan yang tidak nampak dari Bumi.

Bahkan, para peneliti menegaskan, sisi terjauh bulan pun tidak benar-benar gelap. Walaupun ada beberapa titik gelap bulan yang bisa dilihat dari Bumi, namun titik gelap tersebut merupakan dataran vulkanik yang berada di permukaan bulan.

Itulah mitos seputar bulan purnama yang banyak dipercayai orang. Ada yang bisa dibuktikan secara ilmiah, namun banyak juga yang hanya sekedar mitos belaka. (Ndu/R7/HR-Online)