Pelajar SMK di Kawali Ciamis Tewas Tenggelam di Situ Wangi

pelajar SMK di Kawali
Dua pelajar SMK di Kawali Ciamis tenggelam saat berenang di objek wisata danau Situ Wangi yang berada di Dusun Hayawang, Desa Winduraja, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Minggu (22/09/2019). Salah satu korban dilaporkan tewas. Foto: Edji Darsono/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Dua pelajar SMK di Kawali Ciamis dilaporkan tenggelam saat berenang di objek wisata danau Situ Wangi yang berada di Dusun Hayawang, Desa Winduraja, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu (22/09/2019) sekitar pukul 08.30 WIB. Dari dua orang yang tenggelam tersebut, satu diantaranya dilaporkan tewas.

Korban tewas diketahui bernama Kamilarosita Dewi (16), warga Dusun Cidarma RT 45 RW 17 Desa Sandingtaman, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis. Sementara korban selemat bernama Amelia Salsa Anjani (16), warga Dusun Lumbunggirang RT 022/RW 08 Desa Lumbungsari, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis. Keduanya merupakan pelajar SMK Muhammadiyah Kawali.

Dari informasi yang dihimpun HR Online, kejadian ini berawal saat organisasi PMR (Palang Merah Remaja) SMK Muhammadiyah Kawali menggelar pelatihan SAR di area danau Situ Wangi. Sebelum pelatihan dimulai, sebagian peserta berenang di danau Situ Wangi.

Menurut Kepala Dusun Hayawang, Iyus, berdasarkan keterangan dari teman korban, sebelumnya korban menolak saat diajak berenang oleh temannya. Korban beralasan karena dirinya tengah datang bulan (haid).

“Menurut temannya, setelah korban menolak diajak berenang, tidak lama kemudian malah berubah pikiran. Justru korban diam-diam mengajak temannya bernama Amelia untuk berenang,” ujarnya.

Menurut Iyus, memang di Situ Wangi terdapat panterangan tidak boleh berenang bagi wanita haid. Panterangan itu, kata dia, memang hanya diketahui oleh warga sekitar dan hanya menyebar dari mulut ke mulut.

“Rombongan pelajar SMK di Kawali itu sebenarnya sudah tahu tentang panterangan tersebut. Karena mereka juga banyak yang berasal dari Kawali. Orang yang mengetahui panterangan itupun sempat memberitahu kepada korban. Namun entah kenapa korban tidak mendengar nasehat temannya,” terangnya.

Saat korban berenang pun, lanjut Iyus, tanpa diketahui oleh teman-temannya. Temannya baru tahu ketika kedua korban berteriak minta tolong dan melambaikan tangannya sebagai isyarat minta untuk diselamatkan.   

“Korban saat itu sempat menghilang dari permukaan air. Temannya yang berusaha menyelamatkan korban pun kesulitan mencari korban. Sementara korban bernama Amelia bisa diselamatkan. Namun setelah diselamatkan dia mengalami shock,” terangnya.

Setelah teman-teman korban tidak ada satupun yang sanggup menyelematkan korban, kemudian datang bantuan dari warga sekitar. Setelah dicari kurang lebih selama setengah jam, akhirnya korban dapat ditemukan.

“Korban berhasil ditemukan oleh warga kami yang melakukan penyelaman ke dasar danau. Setelah korban berhasil diangkat ke darat, sempat dilakukan evakuasi dengan cara mengeluarkan air dari dalam perutnya. Tetapi, kondisi korban lemah dan akhirnya meninggal dunia,” katanya.

Sebelum diantar ke rumah duka, jenazah pelajar SMK di Kawali itu sempat dibawa ke Puskesmas Kawali guna keperluan pemeriksaan kepolisian. (Edji/R2/HR-Online)