Hebat, Pemuda Kota Banjar Ini Rakit Mesin Ukir Otomatis

Mesin Ukir Otomatis Topik
Topik saat menunjukkan Mesin Ukir Otomatis yang dirakitnya sendiri. Foto: Sugeng/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Seorang pemuda asal Dusun Sinargalih, RT 01/04, Desa Langensari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, mengembangkan mesin ukir otomatis yang dirakitnya sendiri. Mesin tersebut mampu mengerjakan berbagai macam ukiran 2 dimensi hingga 3 dimensi.

Pria yang bernama Topik (34) tersebut merakit sendiri untuk menghasilkan berbagai produk, seperti ukiran ornamen, panel kayu, papan tanda, dekorasi interior, bingkai kaca, alat musik, perabotan serta ukiran lainnya.

Topik menjelaskan, mesin ukir otomatis tersebut sistem kerjanya bisa mengukir beragam ukiran, baik yang memiliki kesulitan tinggi hingga yang paling mudah. Bahkan, ia mengklaim mesin rakitannya tersebut bisa membuat 3 dimensi.

“Mesin ini dioperasikan menggunakan komputer. Jadi, pengerjaannya itu sangat akurat dan berkualitas tinggi. Selain itu, mesin ini mempermudah dan mempercepat proses ukir yang biasanya dilakukan secara manual atau menggunakan tangan langsung,” kata Topik, Kamis (5/9/2019).

Ide awal merakit mesin ukir otomatis, kata Topik, ketika dirinya pulang merantau dari Bandung. Ia berpikir keras bagaimana membuat usaha di kampung, namun penghasilan tidak kalah dengan di kota.

Mesin Ukir Otomatis
Foto Ir Soekarno yang diukir menggunakan mesin milik Topik. Foto: Sugeng/HR

Berbekal keahlian di bidang permesinan, akhirnya Topik melihat peluang di bidang ukiran yang dikombinasikan dengan alat yang canggih. Pasalnya, selama ini seni ukir dilakukan secara manual atau menggunakan tangan langsung.

“Saya rancang sendiri mesinnya, kemudian baru merealisasikannya secara bertahap. Ini kan berkaitan erat dengan biaya. Listrik saja baru terwujud satu tahun. Tapi alhamdulillah sedikit-sedikit mulai terwujud,” jelasnya.

Topik menuturkan, dalam proses perakitannya pun ia lakukan sendiri. Sebab, ia menyadari butuh biaya biasa jika melibatkan orang lain. Sementara yang membuat proses perakitan mesinnya menjadi lama, ia mengaku harus rela mendatangkannya langsung dari negeri tirai bambu, China.

“Iya, ada beberapa yang saya datangkan dari China untuk melengkapi mesin ini,” ujar Topik.

Pantauan HR Online, mesin ukir otomatis yang berukuran sekitar 2 meter ke 3 meter tersebut tengah mengerjakan pesanan ukiran dari sejumlah sekolah, seperti alat musik, stang gitar dari Bandung, alat olahraga serga berbagai macam foto timbul. (Sugeng/R6/HR-Online)