Viral, Video Pengeroyokan Maling Motor di Rajadesa Ciamis

maling motor
Potongan video maling motor yang dikeroyok warga di Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis. Foto: Jujang/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com).- Video pengeroyokan terhadap seseorang yang diduga maling motor di wilayah Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat viral di media sosial dan aplikasi pesan instans, Senin (16/9/2019).

Dalam video berdurasi satu menit enam detik itu, terlihat seorang anggota polisi tengah mengamankan seorang yang diduga maling motor dari kerumunan warga yang terlihat geram kepada pelaku.

Tak lama kemudian, Polisi dibantu warga menaikan pelaku pencurian ke atas mobil bak terbuka polisi. Karena masih geram, massa berusaha melepas celana pelaku hingga terperosot. Wajah pelaku pun nampak babak belur.

Ketika dikonfirmasi ke sejumlah warga Rajadesa, mereka membenarkan adanya kejadian pencurian yang pelakunya berhasil ditangkap warga.

Mumu warga Rajadesa, menyebut berdasarkan informasi yang diterima, bahwa pelaku diduga melakukan aksi pencurian di Dusun Cibingbin, Desa Rajadesa pada waktu subuh.

“Pelaku berhasil mencuri satu unit motor honda Beat dan satu buah handphone,” ucapnya.

Mengetahui adanya pencurian, warga berusaha mencari jejak pelaku. Akhirnya pelaku berhasil ditangkap di Desa Tanjungsari, masih Kecamatan Rajadesa. Dan ternyata, pelaku juga berasal dari Desa Tanjungsari.

“Warga menelusuri jejak pelaku lewat GPS, kebetulan pelaku membawa handphone korban hingga bisa dilacak keberadaanya,” jelasnya.

Setelah berhasil ditangkap oleh warga yang notabene remaja, pelaku berhasil melarikan diri dengan meninggalkan motor curiannya.

“Namun, pelaku bisa kembali ditangkap di Desa Sirnabaya Rajadesa dan tak bisa berkutik hingga langsung diamankan polisi,” tandasnya.

Hingga berita ini diunggah, HR Online belum mendapat keterangan resmi dari pihak kepolisian. Sementara video yang viral di media sosial tersebut tidak bisa kami tayangkan pada berita ini. Karena video tersebut mengandung unsur kekerasan. Berdasarkan UU Pers no 40 tahun 1999 dan kode etik jurnalistik, media dilarang memuat konten kekerasan. (Jujang/R2/HR-Online)