Sabtu, Mei 28, 2022
BerandaBerita PangandaranPengrajin Makanan Ringan “Tengteng" di Pangandaran Kebanjiran Pesanan

Pengrajin Makanan Ringan “Tengteng” di Pangandaran Kebanjiran Pesanan

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Pengrajin makanan ringan jenis Tengteng di Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, kebanjiran pesanan, baik dari Pangandaran sendiri maupun dari luar daerah.

Tengteng merupakan makanan ringan khas Sunda berbahan baku beras dan sangat digemari oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Makanan ringan tersebut salah satunya diproduksi di Langkaplancar.

Salah seorang pengrajin makanan ringan Tengteng, Opik, warga RT. 24, RW. 08, Dusun Cintaasih, Desa Bojongkondang, Kecamatan Langkaplancar, mengatakan, usaha pembuatan makanan ringan ini sudah dijalaninya sejak tahun 2015.

“Kini usaha saya sudah berjalan sekitar 4 tahunan, dan alhamdulillah sekarang sudah mulai ramai pesanan,” tuturnya, kepada HR Online, Senin (23/09/2019).

Ia juga menyebutkan, bahwa pesanan yang datang bukan hanya dari wilayah Langkaplancar saja, namun ada juga yang memesan dari wilayah Tasikmalaya.

Proses pembuatan makanan tersebut cukup lama. Dari awal pemesan konsumen harus menunggu sekitar 3 jam. Namun, karena pihak pengrajin sudah menyiapkan bahan baku, sehingga pemesan hanya menunggu sekitar 30 menit saja untuk Tengteng sebanyak 2 kilogram.

Tapi karena pihak pengrajin makanan ringan sudah menyiapkan bahannya sehingga pemesannya hanya menunggu sekitar 30 menit saja. Pemesan pun cukup mengeluarkan uang sekitar Rp 50.000 untuk 1 kilogram beras, atau bisa juga si pemesan membawa bahan sendiri. Untuk 1 kilogram beras dan gula pasir, pemesan cukup mengeluarkan uang sebesar Rp.15.000 saja.

“Kalau bahan bakunya dari saya, pemesan harus mengeluarkan uang sekitar Rp 50.000 perkilo, dan buat pemesan yang membawa bahan baku sendiri, mereka hanya mengeluarkan uang sebesar Rp.15.000 perkilo-nya,” katanya.

Sejauh ini, dia juga masih mengerjakannya sendiri karena masih tertangani. Tapi, jika menjelang hari raya seperti Idul Fitri atau Idul Adha, Opik juga melibatkan orang lain, karena biasanya menjelang momen-momen tersebut, pesanan mengalami peningkatam yang signifikan. (Cenk/R3/HR-Online)

- Advertisment -