Penipuan Berkedok Gojek Intai Masyarakat Kota Banjar

Penipuan Berkedok Gojek
Notifikasi yang masuk ke HP calon korban pasca ditelepon yang dikirim oleh penipu berkedok Gojek. Foto: Muhafid/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Modus penipuan berkedok Gojek atau salah satu layanan ojek online, yang menginformasikan pemenang undian berhadiah masih mengintai masyarakat.

Seperti diungkapkan Juhad, salah seorang warga di Banjar yang mengaku dirinya merasa curiga mendapatkan SMS beberapa kali dari Gojek, yakni berupa kode On Time Pasword (OTP). Setelah mendapatkan SMS itu, tiba-tiba ia mendapatkan telepon dari nomor yang mengaku pihak Gojek.

“Aneh sekali ini. Saya itu tidak pernah install aplikasi Gojek, apalagi GoPay. Setelah dapat SMS itu, saya dikabarkan mendapatkan hadiah sebesar 2 juta rupiah. Saya memiliki firasat ini adalah penipuan berkedok Gojek,” ungkapnya, kepada Koran HR, Senin (16/09/2019).

Ketika mendapatkan telepon, ia pun melayani seperti biasa. Namun, semakin lama penelpon gelap tersebut memaksa dirinya untuk menginstal aplikasi GoPay dan mengisi  (top up) sebesar Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu.

Penelpon gelap berdalih bahwa uang yang diisi ke GoPay itu untuk mencairkan hadiah yang sudah ada, yakni sebesar Rp 2 juta. Bahkan, kata Juhad, yang paling menyakinkan itu setelah menerima telepon, dirinya mendapatkan notifikasi lagi dari Gojek yang di bawahnya ada keterangan nomor si penelepon gelap itu.

“Saya kira kalau orang yang tidak cermat, bisa jadi korban. Bayangkan saja, saya ditelepon itu bukan satu atau dua kali saja, tapi puluhan kali,” katanya.

Karena tidak menghiraukan perintah si penelpon gelap itu, akhirnya Juhad pun tidak menjadi korban dari modus penipuan berkedok SMS yang berisi OTP tersebut, yang tentunya akan merugikan dirinya.

Sebab, setelah GoPay terisi uang, kemudian kode OTP itu diberikan, maka secara otomatis uang yang ada di GoPay itu bisa diambil oleh orang lain.

“Untungnya saja saya tidak ikuti perintah penelpon itu. Kalau ikut, bisa jadi saya yang rugi. Dari kejadian ini, bisa menjadi perhatian bagi warga lainnya untuk tidak melayani nomor yang tidak kita kenal. Soalnya, mereka sekarang sudah pintar sekali akal-akalannya. Bayangkan saja, mereka tahu kalau kita dapat SMS,” pungkas Juhad. (Muhafid/Koran HR)