Polres Ciamis Silaturahmi dengan Pelajar SMK Bhakti Karya Pangandaran Asal Papua

Polres Ciamis Silaturahmi dengan Pelajar SMK Bhakti Karya Pangandaran Asal Luar Jawa
Polres Ciamis melalui Wakapolres Ciamis, Kompol. Lalu Wira Sutriana, menggelar silaturahmi bersama puluhan pelajar SMK Bhakti Karya Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (07/09/2019). Photo : Entang SR/HR.

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Polres Ciamis melalui Wakapolres Ciamis, Kompol. Lalu Wira Sutriana, menggelar silaturahmi bersama puluhan pelajar SMK Bhakti Karya Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (07/09/2019).

Silaturahmi dan tatap muka bersama puluhan pelajar SMK Bhakti Karya Parigi asal Papua Maluku Jambi Riau Lampung Bengkulu Sumatera Sulawesi dan Kalimantan itu dihadiri para Kapolsek se-Kabupaten Pangandaran, Kasat. Intel Polres Ciamis, KBO Binmas Polres Ciamis, Kepala SMK Bhakti Karya, serta Kepala Desa Cintakarya, di salah satu rumah makan di Bojongsalawe, Pangandaran.

Dalam kesempatan itu, Wakapolres Ciamis, Kompol. Lalu Wira Sutriana, mengimbau agar para siswa/i di SMK Bhakti Karya Parigi, terutama yang berasal dari luar pulau Jawa, untuk senantiasa belajar dengan sungguh-sungguh dan jangan terpengaruh oleh isu-isu dan hoax yang beredar di media sosial (medsos).

“Kegiatan silaturahmi dan tatap muka ini merupakan upaya Polres Ciamis untuk mempererat persatuan dan kesatuan dengan sasaran pelajar asal Papua maupun luar pulau Jawa yang ada di Kabupaten Pangandaran,” katanya.

Selain itu, lanjut Wira Sutriana, Polres Ciamis juga siap menjamin keamanan dan kenyamanan para pelajar Papua maupun dari luar pulau Jawa yang berada di wilayah hukum Polres Ciamis, baik di Ciamis maupun di Pangandaran.

Sementara itu, Kepala SMK Bhakti Karya Parigi, Irfan Hilmi, mengucapkan terima kasihnya kepada Wakapolres Ciamis yang sudah mengadakan kegiatan silaturahmi dengan siswa-siswi didiknya yang berasal dari luar pulau Jawa.

“Saya menyambut dengan baik sekali acara silaturahmi ini. Kami pihak sekolah pun setiap malam melakukan pendidikan mengenai ke-Indonesiaan dan simbol-simbol Indonesia terhadap siswa-siswi yang berasal dari luar pulau Jawa,” katanya.

Bahkan, pihaknya juga mengedepankan tenaga pendidik yang pernah tinggal di Papua untuk melakukan pendeketan, dan memastikan para siswa-siswi bangga kepada Indonesia, dan menepis hal-hal yang provokatif. (Ntang/R3/HR-Online)

Loading...
Loading...