Program Selingkuh Mas Maggot Ciamis Dicontoh Kota Lain

Mas Maggot
Ilustrasi. Foto: Net/Ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Program Selingkuh Mas Maggot yang dilaksanakan Dinas Kebersihan Penataan Kawasan dan Lingkungan Hidup (DPKPLH) Kabupaten Ciamis menjadi program percontohan kota-kota lain. Bahkan, Bupati Kalimatan Selatan datang langsung untuk melakukan studi banding ke Kabupaten Ciamis. 

Kasi Pengembangan Persampahan, Giyatno, ketika ditemui Koran HR, Selasa (10/09/2019), membenarkan, beberapa kota datang ke Kabupaten Ciamis untuk melakukan studi banding mengenai inovasi Selingkuh Mas Magot.

“Pada tahun 2019 ini, ada 5 kota yang datang ke kabupaten Ciamis. Diantaranya Kota Tasik, Bandung, Bogor, Pangandaran dan Bupati Tapin Kalimatan Selatan,” katanya.

Giyatno menuturkan, inovasi pengolahan sampah bernilai ekonomis tinggi ini menjadi nilai tersendiri bagi yang datang langsung. Diketahui bahwa hampir di tiap kecamatan di Kabupaten Ciamis sudah menerakan program Selingkuh Mas Magot.

“Inovasi ini sudah ada di tiap kecamatan di Kabupaten Ciamis,” katanya. 

Dalam penerapan Selingkuh Mas Magot, kata Giyatno, sampah-sampah Organik rumah tangga bisa diatasi. Pasalnya, pakan magot adalah sampah organik rumah tangga. 

“Sampah organik rumah tangga hampir bisa diatasi di Kabupaten Ciamis karena pakan magot hasil dari sampah rumah tangga,” paparnya. 

Menurut Giyanto, penangan sampah organik di Ciamis, seperti halnya di pasar-pasar, sudah berkurang hingga 30 persen. Hal itu dikarenakan para pembudidaya magot menampung hasil sampah-sampah organik untuk pakan. 

“Para pelaku usaha magot, untuk mencari pakan, selalu menampung dari pasar Ciamis. Bahkan ada yang keluar daerah hanya untuk mencari sampah organik,” tuturnya. 

Seperti diketahui, budidaya magot di Kabupaten Ciamis menjadi tren tersendiri. Selain itu juga, magot merupakan pakan alternatif ternak seperti ikan, ayam, bebek, burung dan uraian sampahnya menjadi pupuk. 

“Magot bisa menjadi bahan alternatif pakan yang berprotein tinggi. Menjadi tren  di masyarakat karena budidayanya sangat mudah,” pungkasnya. 

Sementara itu, Kepala Desa Cikoneng, Elin Herlina, menerangkan, warganya juga ikut melakukan inovasi Mas Magot melalui BUMDes. Menurut dia, di daerah Cikoneng banyak industri rumahan yang bingung untuk membuang sampahnya. 

“Alhmdulilah, masyarakat bisa lebih kreatif lagi memanfaatkan inovasi pengolahan sampah melalui program Selingkuh Mas Magot. Dan sekarang sampah menjadi berkurang,” katanya. (Fahmi/Koran HR)