Ruwat Jagat Sila Saamparan di Pangandaran Bakal Dimeriahkan Ronggeng Amen

Ruwat Jagat Sila Saamparan
Salah satu prosesi Ruwat Jagat Sila Saamparan di Pantai Batu Hiu, Pangandaran, Jawa Barat, Jum'at (20/9/2019). Foto: Enceng/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Ruwat Jagat Sila Saamparan tahun 2019 digelar di kawasan Objek Wisata Pantai Batu Hiu, Desa Ciliang, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Ruwat Jagat Sila Saamparan berlangsung selama 3 hari terhitung mulai Kamis (19/9/2019) dan akan berakhir Sabtu, (21/09/2019). Pada puncak acara Sabtu esok, rencananya Ruwat Jagat bakal dimeriahkan dengan pertunjukan Ronggeng Amen.

Acara yang dilaksanakan setiap bulan Muharam ini merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan oleh Kompeper Kecamatan Parigi dan kelompok budayawan Pangauban Pager Dulur Kabupaten Pangandaran.

Ruwat Jagat sendiri berarti bersama-sama merawat alam, sementara Sila Saamparan berarti duduk bersama di atas tikar dengan tidak membedakan status sosial.

Panitia kegiatan Sila Saamparan, Rangga, mengatakan, prosesi adat Ruwat Jagat yang dilaksanakan pada  Jum,at (20/9/2019), dihadiri oleh Bupati Pangabdaran, H. Jeje Wiradinata, Wakil Bupati, H. Adang Hadari, Ketua DPRD Asep Nurdin dan para kepala SKPD se-Kabupaten Pangandaran, berlangsung meriah.

“Malamnya dilaksanakan acara hiburan musik etnis serta seni budaya, dan untuk acara pasang giri ronggeng Amen akan dilaksanakan pada puncak acara yaitu pada hari Sabtu,” ucapnya.

Pertunjukan ronggeng Amen pada esok hari akan diikuti oleh para pelajar tingkat SLTP se-Kabupaten Pangandaran.

“Acara Ruwat Jagat tahun ini alhamdulilah lebih meriah, insya Allah tahun berikutnya akan lebih meriah lagi, dan semua ini tentu karena dukungan semua pihak,” katanya.

Sementara Bupati Pangandaran, H Jeje Wiradinata, mengatakan, diadakannya Ruwat Jagat di kawasan Objek Wisata Batu Hiu diharapkan menarik wisatawan datang ke Batu Hiu. Apalagi prosesi Ruwat Jagat ini diisi dengan kesenian dan budaya adat asli Pangandaran.

“Dengan lebih mengutamakan kearifan lokal diharapkan ada daya tarik tersendiri kepada para wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran, dengan begitu maka akan berdampak pula terhadap pendapatan asli daerah,” paparnya. (Enceng/R7/HR-Online)