Saluran Limbah Pabrik Basreng di Ciamis Bocor, 2 Kuintal Ikan Mati

pabrik basreng di Ciamis
Sekitar 2 kuintal ikan mati akibat bocornya saluran pembuangan air limbah pabrik basreng di Ciamis, Jawa Barat. Foto: Net/Ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Sekitar 2 kuintal ikan milik warga Desa Ciakar, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, mati mendadak, lantaran tercemar air limbah dari pabrik basreng di Ciamis.

Nana, salah satu pemilik kolam, mengatakan, seluruh ikan yang berada di kolamnya mati, akibat saluran pembuangan air limbah pabrik basreng bocor.

“Karena saluran pembuangan bocor, air limbah otomatis masuk kolam, sementara air di dalam kolam sedang surut, masuknya air limbah pabrik akhirnya bikin ikan-ikan yang berada di kolam mati mendadak,” terang Nana, Selasa (3/9/2019).

Nana mengaku tidak tahu secara pasti kapan terjadinya kebocoran saluran pembuangan limbah pabrik basreng itu.

“Ya kaget aja dan kecewa begitu menengok kolam melihat ikan sudah pada mati, saya tidak tahu secara pasti kapan bocornya, yang jelas karena air limbah masuk ke dalam kolam, ikan pada mati,” jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, Nana mengaku, mengalami kerugian jutaan rupiah. Meski telah menimbulkan kerugian, Nana mengatakan, tidak akan menuntut ganti rugi. Terkecuali ada kebijaksanaan dari pemilik pabrik basreng.

“Tidak akan nuntut ganti rugi, kecuali ada kebijakan dari pemilik basrengnya, semua ikan yang mati dan yang terlihat masih segar sih dibagikan ke masyarakat” kata Nana.

Sementara Momon, warga lainnya, mengatakan, ikan yang berada di kolam milik Nana diperkirakan lebih dari dua kuintal. Sebab, selain ikannya, ukurannya pun cukup besar.

“Rata-rata bobot dari setiap ekornya di atas 1 Kg, kalau saja ada dua kuintal dikalikan harga Rp 25.000 per Kg-nya, maka, Nana mengalami kerugian lima juta rupiah,” terang Momon.

Momon menambahkan, terjadinya kebocoran pada saluran pembuangan limbah pabrik basreng diduga lantaran kelalaian petugas yang dipercaya oleh pemilik pabrik basreng.

“Terlepas pemilik kolam tidak menuntut ganti rugi, semestinya pemilik pabrik basreng bisa bertanggungjawab, sebab kan semua ikan Nana mati sehingga merugikan,” pungkasnya. (Edji/R7/HR-Online)

Loading...
Loading...