Sering Kesemutan Bisa Jadi Indikasi Ada Penyakit Berbahaya, Waspadai!

Sering Kesemutan Bisa Jadi Indikasi Ada Penyakit Berbahaya, Waspadai!
Sering kesemutan bisa menjadi indikasi adanya penyakit berbahaya, seperti saraf terjepit, hipertensi, diabetes melitus, gangguan aliran darah. Photo : Ilustrasi.

Sering kesemutan bisa menjadi indikasi adanya penyakit berbahaya, seperti saraf terjepit, hipertensi, diabetes melitus, gangguan aliran darah pada pembuluh darah tepi, maupun gangguan darah.

Kesemutan atau rasa kebas dan mati rasa pada bagian tubuh biasa terjadi pada setiap orang, umumnya terjadi saat duduk terlalu lama. Namun, jangan disepelekan jika Anda mengalami sering kesemutan.

Dirangkum HR Online dari berbagai sumber, Minggu (08/09/2019), berikut ini beberapa penyakit berbahaya yang terdeteksi melalui kesemutan.

Diabetes Melitus

Pada pasien diabetes melitus, kesemutan merupakan gejala kerusakan pada pembuluh darah yang mengakibatkan darah mengalir di ujung-ujung saraf menjadi berkurang.

Kondisi tersebut bisa diatasi dengan mengendalikan kadar gula darah secara ketat, dan mengonsumsi obat seperti vitamin B1, B2, dan gabapentin.

Stroke

Kesemutan bisa jadi tanda stroke ringan. Biasanya disebabkan sumbatan pada pembuluh darah di otak yang mengakibatkan terjadinya kerusakan saraf setempat.

Gejala stroke yang ditandai kesemutan meliputi rasa kebas separuh badan, lumpuh separuh badan, buta sebelah mata, sulit bicara, kepala pusing, penglihatan ganda dan kabur.

Gejala tersebut berlangsung selama beberapa menit atau kurang dari 24 jam, dan biasanya terjadi saat tidur atau baru bangun. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa berkembang menjadi stroke berat.

Penyakit Jantung

Kesemutan terjadi tidak hanya diakibatkan neuropati tekanan, tapi karena terjadinya komplikasi jantung dengan sarafnya.

Terdapat bekuan darah yang menempel pada pasien jantung yang tengah menjalani operasi pemasangan klep.

Bekuan darah itu bisa terbawa melalui aliran darah ke otak yang menyebabkan terjadinya serebral embolik.

Jika sumbatan di otak mengenai daerah yang mengatur sistem sensorik, maka si penderitanya merasakan kesemutan sebelah.

Namun, jika daerah yang mengatur sistem motoriknya juga terkena, maka kesemutan yang terjadi bisa disertai kelumpuhan.

Infeksi Tulang Belakang

Infeksi tulang belakang akan menyebabkan bagian tubuh dari pusar ke bawah tidak dapat lagi digerakan. Penderitanya tidak bisa mengontrol buang air kecil, bahkan buang air besar juga sulit.

Penyakit ini dinamakan mielitis, yakni radang sumsum tulang belakang. Tingkat kesembuhannya  tergantung dari kerusakannya, bisa sembuh sebagian, tapi ada pula yang berujung dengan kelumpuhan.

Rematik

Rematik bisa menimbulkan kesemutan atau rasa tebal. Ini dikarenakan saraf kejepit akibat sendi pada engsel. Misalnya, sendi di pergelangan tangan yang berubah bentuk.

Biasanya gejala kesemutan seperti ini akan hilang dengan sendirinya jika panyakit rematiknya sudah sembuh.

Spasmofilia

Jika merasakan sering kesemutan juga bisa menjadi tanda adanya penyakit spasmofilia atau tetani yang ditimbulkan akibat kadar ion kalsium dalam darah berkurang.

Penyebab spasmofolia adalah menurunnya tegangan karbon dioksida dalam paru-paru. Sedangkan, gejala lainnya biasanya kejang pada tungkai, emosi labil, takut, lemah, susah tidur, sakit kepala sebelah atau migrain, serta hilang kesadaran.

Guillain-Berre Syndrome

Kesemutan bisa menjadi salah satu adanya indikasi penyakit Guillain-Berre Syndrome yang ditandai dengan gejala demam tinggi, sesak napas dan batuk, juga diikuti rasa kesemutan dan kebas.

Rasa kebas biasanya terasa pada sekujur tubuh, khususnya di bagian ujung jari kaki dan tangan, karena virus tersebut menyerang pada sistem saraf tepi.

Jika keadaan itu tidak segera diatasi, maka serangan akan berlanjut ke organ vital. Hal ini mengakibatkan penderita merasa sesak napas serta lumpuh di seluruh tubuh.

Cytomegalovirus

Ada kesemutan yang didahului dengan flu berat dan terasa hebat mulai dari ujung jari yang kemudian menjalar hingga ke pusar.

Jika penderitanya hanya merasa kebas atau sampai sulit berjalan, itu berarti sumsum tulang belakangnya terkena radang akibat serangan virus, biasanya virus cytomegalovers dan cytomegalovirus.

Faktor Fisiologis

Kesemutan juga bisa muncul secara fisiologis., misalnya tidur dengan posisi tubuh tertentu yang tidak berubah dalam waktu cukup lama, seperti duduk bersila, timbul rasa kesemutan.

Pada umum kesemutan terjadi akibat terhambatnya aliran darah ke daerah saraf tertentu yang diakibatkan penekanan yang terus-menerus dalam jangka waktu lama.

Cara Menghindari Kesemutan

Rajinlah mengubah posisi juga melakukan gerakan ringan secara periodik supaya aliran darah tetap lancar. Di negara-negara Barat, kesemutan dapat terjadi akibat minum alkohol berlebihan.

Sedangkan, di Indonesia, kesemutan kerap dikaitkan dengan nutrisi, yakni kekurangan asupan vitamin B12.

Apabila Anda mengalami sering kesemutan dalam kurun waktu yang dan jika dianggap cukup mengganggu maka segera konsultasikan ke dokter. (Eva/R3/HR-Online)