Siswa MAN 1 Darussalam Ciamis Juara Lomba Penelitian Tingkat Nasional

MAN 1 Darussalam Ciamis
Muhammad Iqbal Zia Ulhaq, siswa MAN 1 Darussalam Ciamis berhasil meraih juara 1 lomba penelitian Madrasah Young Researcher Supercamp (MYRES) tingkat Nasional tahun 2019, yang dilaksanakan Senin hingga Kamis (16-19/9/2019) di IAIN Manado.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Darussalam Ciamis, Jawa Barat, menjadi juara 1 lomba penelitian Madrasah Young Researcher Supercamp (MYRES) tingkat Nasional tahun 2019, yang dilaksanakan Senin hingga Kamis (16-19/9/2019) di IAIN Manado, berbarengan dengan Kompetisi Sains Madrasah (KSM).

Adalah Muhammad Iqbal Zia Ulhaq, siswa kelas XI jurusan MAN PK, yang telah mampu mengharumkan civitas MAN 1 Darussalam Ciamis.

Muhammad Iqbal Zia Ulhaq berhasil mengalahkan 27 finalis MYRES lainnya dari seluruh tanah air.

Raihan penghargaan ini didapat, berkat dukungan penuh dari Kepala Madrasah, Drs Idan Nurdiana M.Pd, pembimbing dan guru-guru
lainnya.

Sehingga, Muhammad Iqbal Zia Ulhaq berhasil meraih juara terbaik 1 Lomba MYRES dengan judul penelitian, “Islam Moderat; Konsep dan Implementasinya di Pondok Pesantren Darussalam”.

Penghargaan uara 1 lomba MYRES diserahkan langsung oleh Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Kementerian Agama Republik Indonesia, H A Umar, Rabu malam (18/9/2019) di hotel Aston Manado.

Kepala MAN 1 Darussalam Ciamis, Drs Idan Nurdiana M.Pd, mengaku bangga kepada siswanya, yang telah meraih prestasi tingkat nasional.

“Penghargaan juara 1 MYRES ini merupakan hasil kerja keras semua pihak baik dewan guru, pembimbing dan tentunya Muhammad Iqbal Zia Ulhaq yang selalu tekun belajar,” ujarnya kepada HR Online, Kamis (19/9/2019).

Kata Idan, lomba penelitian Madrasah Young Researcher Supercamp (MYRES) yang diselenggarakan oleh Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Kementerian Agama Republik Indonesia ini, merupakan ajang latihan menuangkan gagasan kreatif para siswa madrasah di seluruh tanah air dalam bentuk penelitian.

“Tujuan lomba MYRES ini untuk menumbuh kembangkan budaya meneliti di kalangan siswa madrasah, alhamdulillah siswa kami ada yang berprestasi,” katanya.

Pada pelaksanaan lomba, setiap peserta melakukan presentasi hasil penelitian, lomba poster dan lomba video. Peserta dari MAN 1 Darussalam Ciamis Muhammad Iqbal Zia Ulhaq melakukan presentasi di hadapan Menteri Agama RI, Lukmanul Hakim.

“Untuk jenjang Madrasah Aliyah, kategori penelitian keagamaan dimenangkan oleh MAN 1 Darussalam Ciamis,” ucapnya.

Sementara juara dua diraih MAN 2 Palembang dan juara 3 diraih MAN 1 Banda Aceh.

Sementara itu, Muhammad Iqbal Zia Ulhaq, mengaku, tidak menyangka bisa menjadi juara 1 dalam lomba penelitian MYRES ini. Pasalnya, persaingan sangat ketat dari perwakilan seluruh Indonesia.

Dalam penelitian yang Muhammad Iqbal buat, disampaikan bahwa pesantren merupakan lahan terbaik bagi deseminasi nilai-nilai moderasi beragama.

Hal ini diinspirasi oleh motto Pesantren Darussalam Ciamis yaitu mencetak Muslim Moderat, Mukmin Demokrat dan Muhsin Diplomat.

Menurutnya, konsep Islam moderat di pondok pesantren Darussalam ditujukan dengan sikap tawasut, tasamuh, tidak fanatik, berpikir luas,
menghindari tafaruq (perpecahan) dan bersikap tenggang rasa.

Konsep ini dikenal dengan 3T, yakni Tanasub al-Ahdaf yakni menetapkan tujuan kurikuler dalam kurikulum dengan basis spirit moderasi,
Tanasub al-Afham yaitu pemahaman keilmuan yang luas tentang Islam dan Tafahum al-Afkar wal Mawafiq yakni bersikap memahami dan bijaksana dalam menyikapi semua peristiwa.

“Konsep-konsep Islam moderat inilah yang ditanamkan kepada para santri sebagai “ideologi” muslim moderat,” ucapnya.

Selanjutnya kata dia, konsep tersebut diimplemantasikan dalam kurikulum pesantren yang tercermin dalam pengajaran berbagai kitab dari berbagai mazhab.

Dalam proses pembelajaran dengan mempraktikan perbedaan pandangan antar siswa dalam menyikapi perbedaan, dalam kebijakan pesantren dengan memberi nama-nama gedung lintas tokoh dan mazhab serta dalam kehidupan para santri untuk menghargai perbedaan yang terjadi dalam masyarakat sebagai bagian dari keragaman. (Jujang/R7/HR-Online)