Stres Bisa Memicu Kanker, Juga Penyembuhannya!

stres bisa memicu kanker
Ilustrasi stres. Foto: Istimewa

Ternyata beban kerja yang berlebihan dan stres bisa memicu kanker. Apalagi jika stres yang dialami ini berlangsung lama dan terus menerus bisa menyebabkan ataupun memicu timbulnya penyakit kanker.

Stres sebenarnya merupakan hal yang wajar dan dialami oleh semua orang. Baik yang bekerja, menjalankan bisnis, maupun pelajar dan mahasiswa. Ibu rumah tangga yang mengurus rumah pun bisa terkena stres.

Namun saat stres menjadi semakin berat dan tidak dikelola dengan baik justru dapat mendorong perilaku yang kontraproduktif. Seperti terdorong untuk minum alkohol, merokok, makan asal-asalan, hingga mengurung diri.

Kondisi semacam inilah yang akan menyebabkan penurunan sistem imunitas tubuh dan malah mendekatkan diri dengan munculnya berbagai jenis penyakit. Termasuk munculnya penyakit kanker.

Relasi Antara Stres Bisa Memicu Kanker

Sebenarnya ada banyak faktor yang menyebabkan timbulnya kanker. Mulai dari lingkungan yang tidak sehat, faktor genetik, gaya hidup, dan faktor lainnya. Banyak ahli yang kesulitan menentukan hubungan stres dan kanker.

Namun menurut para ahli psycho-oncology stres bisa memicu kanker. Uniknya, mengelola stres juga ikut andil dalam proses penyembuhan penyakit kanker.

Sejumlah penelitian menemukan dampak stres terhadap inflamasi atau peradangan dan kanker. Seperti sebuah hasil riset yang dipublikasikan Journal Frontiers in Oncology pada November 2017.

Riset itu dilakukan dengan mencermati riwayat kesehatan 2.000 pria pekerja berumur dibawah 75 tahun yang terdiagnosa terkena kanker prostat.

Hasilnya, pria yang mengalami stres karena pekerjaan dan berlangsung lama berisiko lebih tinggi mengalami kanker prostat sebelum usianya mencapai 65 tahun.

Journal of Clinical Investigation yang memuat hasil penelitian Dalian Medical University Tiongkok juga memperkuat hal itu. Penelitian pada tikus percobaan ini menemukan risiko perkembangan sel kanker akibat stres terus menerus.

Dalam riset itu ditemukan adanya hormon epinefrin akibat stres. “Sepertinya stres memicu keluarnya biokimia khusus yang mendorong pertumbuhan sel kanker,” kata Quentin Liu yang memimpin penelitian ini.

Sedangkan data dari American Cancer Society juga memperkuat relasi dan membuat stres bisa memicu kanker. Data itu memperlihatkan obesitas merupakan penyebab 8% dari semua jenis kanker. 

Stres berat juga dapat mendorong orang untuk merokok dan minum alkohol yang diketahui mengandung zat karsinogenik.Hormon stres juga memicu orang untuk makan makanan tidak sehat dan membuat malas berolahraga.

Saat mengalami stres akut, maka tubuh akan mengeluarkan hormon stres, seperti norepinefrin, epinefrin, dan kortisol. Hormon inilah yang dapat merusak respon sistem imunitas tubuh terhadap mutasi genetik pada kanker.

Mengendalikan Stres Sama dengan Mengendalikan Kanker

Tubuh memiliki sistem imunitas unik yang jika dikelola dengan baik akan mampu menjadi senjata yang mampu menangkal beragam penyakit, termasuk kanker.

Para ahli psycho-oncologymemang menemukan relasi stres bisa memicu kanker. Namun dengan sistem imun, tubuh pun mampu mengatasi dan menangkal kanker.

Sel-sel dalam tubuh yang tidak normal dan berpotensi dapat menyebabkan kanker bisa dibunuh dengan mekanisme ‘bunuh diri sel’. Dengan mengelola stres, maka imunitas tubuh akan bekerja lebih optimal.

Nah, berikut ini beberapa langkah yang bisa anda lakukan untuk mencegah stres bisa memicu kanker, namun untuk meningkatkan sistem imun tubuh.

Kenali batas kemampuan dan kapasitas Anda dalam menanggung beban kerja. Ada juga bisa merencanakan untuk menyelesaikan pekerjaan dalam waktu tertentu.

Jika beban kerja anda rasakan cukup berat cobalah bicarakan dengan teman kerja atau atasan anda. Ini untuk menemukan solusi agar tidak malah menimbulkan kontra produktif.

Agar beban pekerjaan yang berat menjadi stres cobalah lakukan refreshing. Lakukan gerakan tubuh atau olahraga ringan di sekitar ruang kerja sambil sesekali mencari pemandangan lain.

Manfaatkan akhir pekan sebaik mungkin dengan aktivitas yang anda senangi. Ajak keluarga untuk jalan-jalan atau lakukan meditasi. Aktivitas menyenangkan akan membuat anda merasa segar saat masuk kerja lagi.

Jika berbagai cara sudah dilakukan namun pekerjaan malah membuat anda makin makin berat dan stres bisa memicu kanker mungkin sudah saatnya anda berpikir mencari pekerjaan yang lebih cocok. (R8/HR-Online)