Suara Lubang Hitam di Alam Semesta Berhasil Dilacak

suara lubang hitam
Ilustrasi lubang hitam. Foto: Istimewa

Suara lubang hitam berhasil dilacak oleh para ilmuwan untuk pertama kalinya. Suara yang diprediksi dari hasil benturan yang menghasilkan gelombang gravitasi ini dinilai sejalan dengan teori fisikawan ternama yaitu Albert Einstein.

Dalam teori relativitas yang disebutkan oleh Albert Einstein menyatakan bahwa lubang hitam bisa terdengar berdering dengan sendirinya.

Teori relativitas umum yang disampaikan oleh Albert Einstein itu benar. Tentu sebuah lubang hitam yang lahir dari tabrakan dua lubang hitam besar secara kosmis bisa dengan sendirinya berdering sesudahnya. Benturan menghasilkan gelombang gravitasi seperti bel dan dipantulkan seperti gelombang bunyi sehingga suara lubang hitam bisa didengar.

Anggota NASA Einstein di MIT’s Kavli Institute for Astrophysics and Space Research MIT, menyatakan bahwa semua mengharapkan relativitas umum menjadi benar. Namun ini merupakan pertama kalinya pihaknya mengkonfirmasi dengan cara tersebut. 

Einstein meramalkan bahwa peluruhan dan nada tertentu dari gelombang gravitasi akan menjadi tanda langsung perputaran lubang hitam dan massa yang baru saja terbentuk. Saat ini fisikawan mempelajari dering atau suara lubang hitam tersebut. Mereka menemukan bahwa Einstein selama ini benar.

Ini merupakan pengukuran eksperimental pertama yang berhasil dilakukan dengan menguji teorema secara langsung. Bukan berarti black hole itu tidak dapat bisa punya rambut. Itu berarti gambar black hole atau lubang hitam tanpa rambut dapat hidup 1 hari lagi. Jurnal Physical Review Letters edisi 12 September 2019 telah merilis tentang penemuan ini.

Cara Mendengar Suara Lubang Hitam

Apakah anda pernah membayangkan seperti apa bunyi black hole atau lubang hitam itu? Mungkin anda hampir tidak pernah bisa membayangkan bila fenomena antariksa itu mengeluarkan bunyi.

Akan tetapi inilah yang telah ditemukan oleh ilmuwan Australia. Mereka sudah bisa mengembangkan metodologi baru yang canggih. Metode ini diklaim bisa memungkinkan kita untuk bisa mendengarkan bunyi dari tabrakan suara lubang hitam dalam lapisan ruang dan waktu yang ada di alam semesta ini.

Terobosan baru yang telah diciptakan oleh peneliti yang ada di Melbourne ini telah menjanjikan harapan baru. Harapan mengenai awal mula terciptanya alam semesta.

Setiap 3 menit dalam suatu tempat yang ada di alam semesta ini ada dua lubang hitam yang saling tabrakan satu sama lain. Dari teori itu kemudian muncul asumsi dari kebenaran suara lubang hitam.

Hal ini dikarenakan gravitasi begitu dahsyat. Sehingga saat bertabrakan, tatanan ruang dan waktu bisa terguncang. Hal ini berakibat akan mengirimkan gelombang gravitasi kecil yang melintasi kosmos.

Pada tahun 2016, fisikawan pertama kali berhasil mendeteksi radiasi gelombang gravitasi tersebut. Caranya dengan menggunakan instrumen LIGO di Amerika Serikat. Bahkan dari penemuan itu mendapatkan Hadiah Nobel.

Beginilah Suara Lubang Hitam Saat Menyatu

Di Antariksa, obyek-obyek seringkali bertabrakan atau menyatu satu sama lain. Salah satunya terjadi pada lubang hitam.

Para peneliti proyek The Laser Interferometer Gravitional-Wave Observatory (LIGO) menganalisis data gelombang. Mereka mengungkap suara lubang hitam. Ini terjadi ketika dua lubang hitam telah menyatu.

Dari penelitian tersebut, hasilnya mencengangkan. Ternyata, bunyinya tidak menggelegar seperti tabrakan mobil. Akan tetapi hanya seperti balon yang meletus.

Peneliti sudah berhasil membuat simulasi suara tersebut. Yakni suara dari persatuan lubang hitam itu dengan modal data gelombang gravitasi yang berhasil ditangkap.

Peneliti dari proyek LIGO berhasil menangkap gelombang gravitasi yang sumbernya dari persatuan dua lubang hitam. Ini terjadi pertama kalinya pada tahun 2016 lalu. Gelombang gravitasi yang berasal dari alam semesta sangat kecil ketika mencapai bumi. Tetapi, peneliti akhirnya bisa memisahkannya dari “kebisingan”.

Selanjutnya peneliti mengubah data gelombang tersebut menjadi gelombang suara. Sampai pada akhirnya berhasil memperoleh perkiraan suara ketika dua lubang hitam tersebut menyatu atau bertabrakan. Dari situlah suara lubang hitam yang sebagaimana teori Einsten diyakni kebenarannya.

Kemampuan untuk bisa mendengarkan bunyi dari banyak lubang hitam kecil yang posisinya semakin jauh dari bumi. Hal ini bisa memungkinkan para ilmuwan untuk mengeksplorasi lebih dalam tentang seperti apa sejarah alam semesta.

Gelombang gravitasi itu bukan gelombang suara. Akan tetapi kita bisa merepresentasikannya menjadi suara. Jadi kita dapat mendengar seperti apa bunyi lubang hitam yang saling bertabrakan satu sama lain.

Menurut para peneliti, mempelajari gelombang yang keberadaannya cukup melimpah di antariksa bukan hanya bermanfaat agar bisa mengetahui suara lubang hitam misterius yang mungkin ada. Akan tetapi kita bisa mempelajari awal alam semesta itu sendiri. (R9/HR-Online)