Teleskop Terbesar di Dunia Milik China Ini Berhasil Mendeteksi Sinyal Antariksa

Teleskop terbesar di dunia
Teleskop terbesar di dunia milik China. Foto: Istimewa

Teleskop terbesar di dunia milik China yang resmi dioperasikan sejak September 2016 lalu memiliki berita terbaru. Karena saat ini informasi yang beredar teleskop raksasa ini berhasil mendeteksi sinyal aneh dari antariksa. 

Teleskop terbesar di dunia yang dibangun di lembah gunung China ini bertujuan untuk mempelajari lubang hitam. Selain itu juga untuk mencari tanda keberadaan alien.

Setelah dikabarkan kondisinya terlantar pada tahun 2017. Teleskop raksasa yang memiliki nama Five-hundred-meter Aperture Spherical Radio Telescope (FAST) ini kini menghebohkan dunia.

Dikabarkan teleskop ini menangkap sinyal misterius yang lebih dikenal sebagai ledakan radio cepat. Istilah lainnya adalah Fast Radio Burst atau FRB.

FRB merupakan sebuah gelombang energi singkat tetapi kuat. Asal gelombang ini adalah dari bagian kosmos antariksa yang lokasinya jauh. Pertama kali FRB ditangkap tahun 2007 lalu muncul lebih banyak ledakan yang terjadi sepanjang waktu.

Seperti kabar yang dilansir dari Science Alert pada 10 September 2019 kemarin. Astronom sudah melakukan berbagai macam inovasi yang bertujuan melacak keberadaan FRB. 

Walaupun memang belum diketahui secara jelas darimana asal usul gelombang itu bermula. Kemungkinan FRB disebabkan dari lubang hitam atau bintang neutron yang sering disebut dengan magnet ar.

Hal Menarik yang Terdeteksi Teleskop Terbesar di Dunia FAST

Ada beberapa hal yang menarik yang dideteksi oleh FAST ini. Berupa semburan radio cepat berulang gelombang ini diberi nama FRB 121102. Pertama kali diketahui tahun 2012 di Arecibo Observatory di Puerto Rico.

Para peneliti juga telah mencatat sinyal tersebut sudah melakukan perjalanan sampai sekitar 3 miliar tahun cahaya. Sinyal tersebut telah melintasi semesta untuk mencapai bumi.

Sejak 30 Agustus FAST mulai menempel FRB 121102 sebelum merekam lusinan pulsa yang berikutnya. Pada 3 September sudah ada lebih dari 20 pulsa terdeteksi. Dengan demikian terlihat seperti FRB yang persisten atau berkesinambungan.

Mesin penerima sinyal yang terdapat di teleskop terbesar di dunia milik China yang bernama FAST ini adalah 19 beam. Mesin ini sangat sensitif terhadap FRB yang mencakup rentang frekuensi antara 1,05 hingga 1,45 GHZ. Hal ini membuatnya sempurna untuk bisa mengawasi FRB 121102.

Jika pengamatan semakin banyak dilakukan oleh para ahli terhadap FRB ini. Tentu akan semakin baik pula peluang untuk para ahli astronomi agar bisa tahu sebenarnya apa FRB itu.

Sebuah gagasan disimpulkan dari ahli astronomi tersebut. Bahwasanya FRB diproduksi berdasarkan dari disintegrasi gerak bintang neutron dengan jenis tertentu.

Hipotesis lain yang menyatakan bahwa kemunculan dari setiap FRB sebenarnya sumbernya berasal dari berbagai macam. Ada yang bisa menjelaskan mengapa FRB berulang. Ada juga yang tidak bisa menjelaskan hal tersebut.

Tim FAST telah menyatakan, paling tidak mereka sudah menjadi lebih baik di dalam menentukan dari mana asal mula ledakan radiasi elektromagnetik yang dinilai misterius ini. Sekarang data yang dikumpulkan oleh FAST bisa ditambahkan ke basis data yang sedang dikembangkan. Semuanya mencakup tentang fenomena luar angkasa ini.

Sinyal Radio Misterius di Luar Galaksi

Teleskop terbesar di dunia yang berada di China ini memiliki ukuran 30 lapangan sepak bola. Para ilmuwan China juga telah menyebutkan bahwa teleskop radio dengan diameter 500 meter itu sudah menerima sinyal dari luar angkasa.

Teleskop radio yang dibangun di kawasan kawah alami Provinsi Guizhou, China ini sangat menakjubkan. Ini adalah proyek ambisius dari Observatorium Astronomi Nasional China. Teleskop raksasa ini dilengkapi antena parabola. Terdiri dari ribuan panel triangular.

Bahkan teleskop ini jauh mengungguli keberadaan teleskop terbesar dunia sebelumnya. Yakni Observatorium Arecibo di Puerto Rico yang memiliki diameter 305 meter.

Pembangunan teleskop terbesar yang bernama FAST ini tentu memiliki tujuan. Tujuannya adalah memenuhi ambisi China agar bisa menemukan kehidupan alien. Juga untuk mengungkap misteri alam semesta.

Tak hanya sampai disitu. FAST dibangun agar bisa mendengarkan suara-suara alien. Teleskop yang memiliki ukuran besar ini membuatnya mampu mengumpulkan sinyal. Sinyal tersebut berasal dari titik-titik semesta yang terjauh.

Meskipun sudah bisa digunakan, para ilmuwan China sampai saat ini masih melakukan uji coba. Selain itu, perbaikan juga dilakukan. Hingga teleskop terbesar di dunia ini dapat berfungsi sepenuhnya. (R9/HR-Online)