Terkait Sarpras Peternakan di Banjaranyar Ciamis, Dinas Enggan Berikan Jawaban

Dinas Peternakan Ciamis
Kasi Sumberdaya Sapras Peternakan, Aris Andriyana. Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Dinas Peternakan Kabupaten Ciamis Jawa Barat terkesan cuci tangan terkait rumah pemotongan ayam yang terletak di Desa Banjaranyar, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang tidak pernah diisi sejak selesainya dibangun.

Ketika Koran HR mencoba untuk konfirmasi langsung kepada Kasi Sumberdaya Sapras Peternakan, Aris Andriyana, sekaligus petugas yang melakukan survei lokasi, hingga terlaksanannya pembangunan sarana tempat pemotongan hewan.

Namun sayang, saat HR melakukan konfirmasi, Aris terkesan tidak bisa memberikan jawaban yang pasti. Bahkan dirinya terkesan dan terlihat kebingungan ketika disodori pertanyaan.

“Dari awal melakukan survey ke sana dulu, memang saya mendapatkan banyak temuan temuan. Namun coba saja tanyakan ke yang lainlah. Saya takut salah menjelaskannya,” kata Aris, Senin (09/09/2019) 

Saat di tanya temuan-temuan apa yang dimaksud, Aris malah terdiam dan tidak menjawab pertanyaan yang dilontarkan Koran HR. Aris pun makin terkesan menyembunyikan adanya segudang permasalahan di dalam proyek pengadaan bangunan rumah pemotongan hewan tersebut.

“Setelah itu kan saya sempat dipindahkan ke bagian produksi. adi perkembangan disana kurang begitu tahu,” katanya.

Terkait boleh apa tidaknya sebuah bangunan yang didanai oleh pemerintah didirikan di atas tanah milik pribadi, Aris mengatakan sesuai aturan itu boleh. Namun harus dibuatkan aturan atau perjanjian dengan pemilik lahan.

“Sebenarnya boleh saja dibangun di atas lahan milik pribadi, asal ada perjanjian dengan sang pemilik lahan. Apalagi itu jenisnya kelompok,” terangnya 

Lebih jauh HR mempertanyakan beberapa alasan kenapa bangunan itu tidak pernah beroperasi sekalipun. Aris hanya menjawab enteng, dan pihaknya saat ini tengah mencari solusi.

“Saat ini kami tengah mencari investor yang mau bekerjasama,” tutupnya.

Sebelumnya, warga Banjaranyar menyayangkan adanya bangunan rumah potong hewan yang dianggap mubazir karena sejak berdiri tidak pernah beroperasi sekalipun. (Suherman/Koran HR)