“Wajah Baru” Wisata Alam Situ Hiang Sadewata Ciamis

Wisata Situ Hiang Sadewata
Wisata Alam Situ Hiang Sadewata. Foto: Eji/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Destinasi Wisata Alam Situ Hiang Sadewata yang berada di Dusun Babakan, Desa Sadewata, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis, pasca pengerukan memiliki wajah baru. Meski terlihat luas, konon menurut cerita, lambat laun akan menghilang.

Rustana, warga sekitar, ketika ditemui Koran HR, Selasa (10/09/2019), mengatakan, berdasarkan cerita dari orang tua, tanah sawah yang berada di sekeliling situ awalnya  merupakan Situ Hiang.

Namun saat ini, Situ Hiang yang memiliki areal sangat luas malah semakin menyempit karena sebagiannya beralih fungsi, digunakan sebagai lahan pertanian. Untuk menjaga kearifan lokal, semestinya kelestariannya tetap terjaga.

Terlebih di Situ Hiang banyak menyimpan cerita mitos yang masih dipercaya oleh warga setempat. Situ Hiang memiliki hubungan dengan Situ Lengkkong Panjalu, dan adanya lubang yang tembus ke laut Cirebon.

“Juga banyak cerita lainnya yang berkaitan dengan Situ Hiang,” katanya.

Rustana menjelaskan, konon nama Situ Hiang berasal dari kata situ yang berati danau dan hiang merupakan sebutan untuk dewa atau semakna dengan kata sanghiang. Dengan demikian, Situ Hiang bukan buatan manusia.

“Kata sanghiang sendiri merupakan gelar para raja yang merangkap pimpinan keagamaan (batara) dan bertahta di wilayah suci tertentu. Sehingga kalau di dasar situ hiang terdapat cerita adanya lubang yang tembus ke laut Cirebon pada jaman walisongo, sangat rasional,” katanya.

“Karena jamannya para wali. Terlebih, ada yang mengatakan sebenarnya dulunya adalah Pondok Pesantren,” imbuhnya.

Kepala Desa Sadewata, Nur Syamsi, beberpa waktu lalu, mengatakan, Situ Hiang Sadewata sejatinya memiliki luas sekitar 7 hektar. Tapi kini hanya tersisa kisaran 3 hektar saja. Penyempitan disebabkan bertambahnya wilayah pertanian, sehingga dari tahun ke tahun semakin menyempit.

“Mudah-mudahan saja setelah adanya pengerukan, keberadaannya tetap terjaga dan terpelihara. Sehingga tidak hanya untuk memasok kebutuhan air ke sejumlah wilayah pertanian, akan tetapi  bisa jadi obyek wisata yang dapat menggenjot PADes,” pungkasnya. (Dji/Koran HR)