Warga Pangandaran Ini Kembali Protes Transparansi Pembangunan GOR

Transparansi pembangunan GOR
Spanduk protes warga soal transparansi pembangunan GOR. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Pasca ratusan warga yang melakukan aksi demo di Desa Karangmulya, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran soal transparansi pembangunan GOR, warga kembali melakukan aksi pemasangan spanduk di kantor desa, Selasa (3/9/2019).

Asep Hidayat, Tokoh Masyarakat, mengatakan, masalah dugaan penyelewengan pembangunan GOR di Desa Karangmulya tersebut harus segera selesai, sampai ada tersangka yang menyelewengkan dana pembangunan tersebut. Apalagi sebelumnya sudah dilaporkan ke Unit Tipikor Polres Ciamis.

“Kami harap koruptor di desa segera ditetapkan tersangkanya. Kita kan sudah melapor ke Polres,” kata Asep kepada Koran HR.

Asep menambahkan, bila masih belum ada hasilnya, pihaknya akan memperbanyak lagi tulisan dan spanduk yang akan dipasang di sepanjang jalan sebagai bentuk protes.

“Kalau belum juga ada hasil, kami akan memperbanyak lagi pemasangan tulisan dan spanduknya, dan bisa jadi ada demo lagi kalau tidak segera diadili,” tegas Asep.

Asep menilai, pekerjaan yang dilakukan perangkat desa banyak yang tidak sesuai tupoksi, seperti Tim Pengelola Kegiatan (TPK) yang tidak diaktifkan atau dengan kata lain semua dipegang oleh Desa.

“Seperti contohnya ada program pemasangan PLN gratis, ternyata ada penarikan oleh oknum sampai sejumlah Rp. 400 ribu. Ini bagaimana? perangkat desa mau membantu masyarakat kalau caranya seperti itu,” pungkas Asep Hidayat.

Sementara itu, Kepala Desa Karangmulya, Tarman Sutarman melalui Sekretaris Desa, Anwar, mengatakan, pihaknya sangat meyanyangkan adanya tulisan dan spanduk yang dipasang di pohon sepanjang pinggir jalan tersebut. Sebab, merusak keindahan.

“Kami berharap tulisan dan spanduk di sepanjang jalan Nasional tersebut segera dibersihkan, mengingat keindahan lingkungan  terganggu,” jelas Anwar.

Anwar menambahkan, permasalahan tersebut sedang dikaji oleh pihak yang berwenang. 

“Menyampaikan aspirasi silakan saja, tapi tetap menjaga lingkungan agar tetap indah itu penting,” pungkas Anwar. (Mad/Koran HR)