Sering Pusing? Waspadai Gejala Kolesterol Tinggi Sejak Dini

Gejala Kolesterol Tinggi
Ilustrasi kolesterol. Foto: Istimewa

Jika anda sering mengalami pusing, sakit kepala, atau tubuh lemas sebaiknya waspadai gejala kolesterol tinggi. Seperti pepatah yang mengatakan lebih baik mencegah daripada mengobati.Karenanya Anda harus waspadai gejala kolestrol sejak dini.

Tak sedikit kasus serangan jantung atau stroke hanya karena terlambat menyadari gejala yang muncul sejak dini. Akibatnya, setelah terjadi komplikasi jadi makin sulit untuk mengatasinya.

Sebaliknya, tak sedikit orang yang latah dalam berpantang dan menjauhi makanan tertentu karena tak paham dengan kondisi kesehatannya.

Kolesterol tinggi adalah kondisi saat kadar kolesterol dalam darah telah melebihi batas yang diperbolehkan. Kondisi ini tentunya akan berdampak terhadap kondisi kesehatan seseorang.

Beberapa penyakit yang berhungan dengan kondisi ini termasuk jenis penyakit yang sangat berbahaya, bahkan mematikan. Seperti penyakit jantung dan stroke.

Karena itu penting sekali mengetahui tanda-tanda kolesterol tinggi. Selain agar dapat dilakukan langkah strategis untuk mengatasinya, dengan mengenal gejala ini juga berguna untuk melakukan langkah pencegahan yang lebih efektif.

Mengenali gejala kolesterol tinggi juga penting untuk mencegahnya menjadi komplikasi yang makin sulit untuk disembuhkan.

Gejala Kolesterol Tinggi yang Wajib Dikenali Sejak Dini

Gejala yang muncul atau menyertai kolesterol tinggi sebenarnya tidak mudah untuk dikenali. Kalaupun gejala ini muncul umumnya bukan murni akibat kondisi kolesterol tinggi melainkan karena faktor lain.

Salah satu cara terbaik untuk mengetahui kondisi kolesterol seseorang aalah dengan tes atau cek kadar HDL dan LDL ke rumah sakit, dokter, atau klinik terdekat.

Dengan mengetahui profil lipid maka kita bisa mencegah ataupun mengansitisipasi agar tidak terjadinya serangan penyakit yang berbahaya.

Beberapa gejala kolesterol tinggi yang sebaiknya dikenali dan diwaspadai sejak dini antara lain:

Nyeri Dada

Lemak yang menumpuk pada arteri dapat menyebabkan terganggunya aliran darah. Hal ini akan menyebabkan dada terasa nyeri. Meski begitu nyeri dada juga bisa disebabkan faktor lain.

Karena itu jika dada terasa nyeri tanpa sebab sebaiknya segera periksanakan ke dokter. Sebab jika benar ini akibat kolesterol tinggi dapat memicu hipertensi.

Sakit Kepala

Gejala kolesterol tinggi yang perlu diwaspadai adalah sakit kepala maupun pusing yang terjadi secara berulang. Hal ini terjadi akibat penumpukan kolesterol pada arteri yang mengganggu sirkulasi darah yang menuju ke otak.

Gangguan Penglihatan

Gejala lain dari kolesterol tinggi juga bisa menyasar pada mata. Penglihatan atau pandangan yang terganggu bisa menyebabkan iritasi mata dan penglihatan menjadi kabur. Jika tidak segera diatasi kondisi ini bisa menyebabkan kebutaan.

Tubuh Cepat Lelah

Tubuh lelah atau lemah merupakan hal yang wajar jika kita selesai beraktivitas yang menguras tenaga. Namun jika kondisi ini berlangsung terus menerus dan tanpa sebab sebaiknya segera periksakan ke dokter.

Bengkak Tubuh dan Mati Rasa

Gejala lain dari kelosterol tinggi adalah kondisi tubuh yang mengalami bengkak, atau bahkan mati rasa. Hal ini bisa terjadi akibat akumulasi lipid yang menumpuk dan berlangsung terus menerus.

Penumpukan lipid ini akan menghambat sirkulasi dan aliran darah ke seluruh tubuh. Akibatnya beberapa bagian tubuh menjadi bengkak ataupun mengalami mati rasa.

Sembelit dan Perut Kembung

Penumpukan maupun akumulasi lipid yang terjadi pada arteri juga dapat menimbulkan gangguan pencernaan, seperti sembelit.

Begitu juga dengan gangguan pada perut, seperti perut kembung juga perlu diwaspadai sebagai akibat kolesterol tinggi.

Namun gangguan berupa perut kembung dan masalah pencernaan, jika benar karena lipid biasanya sudah menandakan kondisi yang terlambat. Hal ini karena kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah sidah tidak terkontrol.

Itulah berbagai gejala yang menyertai kolesterol tinggi yang sebaiknya diwaspadai. Dengan mengenali gejala kolesterol tinggi sejak dini diharapkan penanganan dan pencegahannya lebih efektif. (R8/HR-Online)