Wisatawan Muslim Ternyata Royal Belanja

Wisatawan Muslim
Ilustrasi wisata. Foto: Istimewa

Jumlah wisatawan muslim yang sering melakukan perjalanan traveling memang tak sebanyak wisatawan mancanegara. Meskipun begitu belanja wisatawan muslim tak bisa dianggap kecil terutama saat menjumpai tempat yang disukainya.

Wisatawan mancanegara selama ini memang menjadi target pasar utama para pelaku bisnis. Utamanya lagi wisatawan yang berasal dari Eropa dan Amerika Serikat.

Para wisman ini umumnya senang melakukan traveling saat high season meskipun di musim lain tak bisa dibilang rendah. Saat high season karena waktu liburannya panjang dan waktunya telah direncanakan sebelumnya.

Wisatawan bule memang dikenal royal dalam membelanjakan uangnya saat traveling. Terlebih saat menemukan barang atau sesuatu yang unik.

Sedangkan wisatawan muslim ternyata luput dari target pasar para pelaku wisata. Kalaupun ada jumlah pelaku bisnis yang menarget segmen ini juga tak terlalu banyak.

Padahal, gaya belanja wisatawan khusus ini malah jauh lebih royal dalam belanja wisata dibandingkan wisatawan bule.

Seperti dikutip dari Departemen Pariwisata, nilai total belanja wisata mereka sebesar 137 miliar dolar AS atau 150 triiun rupiah lebih. Itu data tahun 2012.

Jumlah ini diperkirakan akan melonjak menjadi 200 miliar dolar AS pada lima tahun ke depan. Angka inipun tidak termasuk belanja wisata untuk perjalanan ibadah, seperti haji atau yang lain.

Belakangan gairah wisatawan muslim dalam melakukan perjalanan meningkat dengan tajam. Tak sedikit negara yang menawarkan program wisata halal untuk segmen khusus ini.

Wisatawan muslim umumnya datang dari negara-negara berpenduduk muslim besar, seperti negara-negara Arab dan Timur Tengah. Indonesia sebagai negara berpendududuk muslim terbesar juga menjadi target wisata halal.

Potensi Bisnis Wisatawan Muslim

Perkembangan jumlah wisatawan atau traveler muslim memang terus meningkat. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir trend ini makin melonjak.

Begitu pun dengan jumlah uang yang dibelanjakan para wisatawan muslim juga terus meningkat. Namun sayangnya, jumlah ini masih terbilang kecil dibandingkan nilai total belanja wisata dunia.

Masih seperti dikutip dari Departemen Pariwisata, jumlah belanja belanja wisatawan beragama Islam ini hanya sebesar 12,5 persen dari jumlah belanja wisata dunia. Angka ini tentunya terbilang masih sangat kecil.

Sebagai perbandingan, wisatawan Nusantara saat melakukan perjalanan traveling dalam membelanjakan uangnya tidaklah kecil.

Pada tahun 2011, jumlah wisatawan Nusantara tercatat sebanyak 239 juta orang. Dari jumlah itu mereka mampu membelanjakan uangnya mencapai Rp 138 triliun. Angka ini tidak bisa dianggap kecil.

Dari data ini bisa diambil rata-rata jumlah belanja seorang wisatawan Nusantara tercatat sebesar 580 ribu. Ini saja data tahun 2011.

Dengan semakin membaiknya kondisi perekonomian nasional dan dunia, jumlah wisatawan Nusantara juga terus meningkat dengan peningkatan rata-rata 10-12 persen setiap tahunnya.

Data dari Badan Pusat Statistik tahun 2018 mencatat jumlah wisatawan Nusantara pada tahun 2018 telah mencapai angka 300 juta lebih. Sedangkan jumlah belanja mereka tercatat sebesar Rp 280 trilun.

Yang menarik, sebagai negara berpenduduk muslim terbesar, jumlah wisatawan beragama Islam asal Indonesia juga terbilang sangat besar. Segmen ini diperkirakan mencapai 80 persen dari total jumlah wisatawan Nusantara.

Dengan melihat trend yang terus meningkat dari kebutuhan dan hobi wisatawan halal dalam melakukan perjalanan wisata hal ini tentunya merupakan ceruk pasar yang tak bisa dianggap remeh.

Karena itulah jika para pelaku wisata ingin menyasar segmen khusus ini tentunya perlu memperhatikan kebutuhan mereka.

Beberapa kendala yang sering ditemukan dan dialami wisatawan muslim diantaranya seperti sulitnya menemukan restoran halal atau kendala lain. Sudah saatnya hal ini menjadi perhatian para pelaku bisnis wisata. Presiden Jokowi sendiri menargetkan jumlah kunjungan wisatawan muslim masuk ke Indonesia di tahun 2019 sebesar 5 juta orang. (R8/HR-Online)