2 Warga Ciamis Ditemukan Tewas di Dalam Sumur, Sebelumnya Teriak Kepanasan

Tewas di Dalam Sumur
Petugas gabungan dari TNI, Polri dan BPBD saat mengevakuasi korban yang tewas di dalam sumur di masjid Al Barokah di Dusun Bungbulang, Desa Talagasari, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (12/10/2019). Foto: Edji Darsono/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Dua orang warga ditemukan tewas di dalam sumur yang berada di masjid Al Barokah di Dusun Bungbulang, Desa Talagasari, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (12/10/2019) sekitar pukul 10.00 WIB.

Dua orang warga yang meninggal dunia itu diketahui bernama Enceng Wawan (48) warga Dusun Bungbulang RT 07/RW 04 dan Supriatna (42) warga Dusun Sukamulya RT 21/RW 10 Desa Talagasari.

Penyebab korban tewas di dalam sumur belum diketahui secara pasti. Hanya, berdasarkan saksi yang berada di lokasi kejadian, sebelum akhirnya meninggal dunia, korban berteriak minta tolong dan mengaku kepanasan saat berada di dasar sumur. Sumur tersebut memiliki kedalaman sekitar 10 meter dan lebar 3 meter.

Perangkat Desa Talagasari, Suhada, ketika dikonfirmasi HR Online, Sabtu (12/10/2019), mengatakan, penyebab korban berteriak minta tolong yang mengaku kepanasan saat berada di dasar sumur belum diketahui.

Menurutnya, dirinya tidak mau berspekulasi dan memilih menunggu hasil penelitian dari tim BPBD Kabupaten Ciamis serta pihak kepolisian yang sudah terjun ke lokasi.

“Apakah panas karena terdapat gas dari sumur atau panas karena sebab lain, saya belum bisa memastikan. Karena untuk memastikan hal itu harus dilakukan penelitian terlebih dahulu,” ujarnya.

Menurut Suhada, kedua warga yang tewas di dalam sumur itu sebelumnya sedang ikut kerja bakti membersihkan mesjid. Karena ada keluhan dari warga bahwa air sumur mesjid mengeluarkan aroma bau tak sedap, akhirnya disepakati untuk disedot menggunakan mesin pompa.

“Saat dilakukan penyedotan air, Supriatna salah satu korban turun ke dasar sumur. Hal itu dilakukan karena selang dari mesin tidak bisa menjangkau ke dasar sumur. Kemudian Supriatna turun ke dasar sumur sembari membawa mesin dan selang,” ujarnya.

Saat berhasil turun ke dasar sumur, lanjut Suhada, tiba-tiba Supriatna berteriak minta tolong dan mengaku kepanasan. Merespon teriakan Supriatna, kemudian Enceng Wawan berusaha menolong dengan menurunkan tali tambang.

“Rupanya Supriatna kehabisan tenaga dan tidak bisa naik dengan menggunakan tambang. Melihat kondisi itu kemudian Enceng Wawan berinisiatif untuk turun ke dalam sumur dengan niat membantu,” katanya.

Namun, kata Suhada, upaya Enceng Wawan yang berniat membantu Supriatna malah menjadi petaka pada dirinya. Enceng pun malah ikut tenggelam di dasar sumur dan terlihat kehabisan nafas dan tenaga.

“Ketika sudah ada dua korban, kemudian warga lainnya tidak ada yang berani menolong. Warga memilih melapor ke Polsek Kawali dan tim Pusdalops BPBD Kabupaten Ciamis,” katanya.

Saat tim BPBD dan anggota kepolisian berhasil mengevakuasi korban, kata Suhada, ternyata keduanya sudah meninggal dunia. “Diperkirakan korban tewas di dalam sumur saat kehabisan nafas dan kemudian tenggelam,” ujarnya.