Duh! Sejumlah Bangunan Miliaran Milik Pemkab Ciamis Dibiarkan Terbengkalai

Milik Pemkab Ciamis
Wisma Pemda di jalan HOS Cokroaminoto tak juga dibuka pasca selesai dibangun tahun 2016 lalu. Foto: Jujang/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Sejumlah bangunan milik Pemkab Ciamis Jawa Barat yang dibangun dengan menghabiskan anggaran miliaran, kini banyak yang tak terpakai dan terbengkalai. Hal ini mendapat banyak kritikan dari sejumlah aktivis Ciamis.

Salah satu bangunan yang dibiarkan “mubadzir” adalah gedung kesenian di jalan Juanda, wisma Pemda di jalan HOS Cokromainoto dan sirkuit BMX di dekat pejagalan Kelurahan Cigembor. Wisma Pemda di Jalan Hos Cokroaminoto pasca dibangun, hingga kini belum juga dibuka dan digunakan. 

Ketua Bidang Perguruan Tinggi dan Kemahasiswaan HMI Cabang Kabupaten Ciamis, Edgar Dzikri, mengatakan, fasilitas umum milik Pemkab Ciamis yang menggunakan uang negara harus dimanfaatkan secara maksimal.

“Untuk apa dibangun kalau tidak digunakan. Kalau tidak terurus, makin lama makin rusak,” ungkapnya, Selasa (01/10/2019).

Pihaknya sangat menyayangkan bangunan yang dibiayai miliaran oleh Pemda tidak dimanfaatkan secara optimal. Edgar mengaku tak bisa memberikan tanggapan tentang gedung kesenian, lantaran itu ranahnya pakar seni dan budayawan. 

Edgar lebih menyoroti wisma Pemda yang dibangun menyerupai apartemen. Menurut dia, pasca dibangun tahun 2016 lalu, hingga kini Wisma milik Pemkab Ciamis belum juga dibuka dan dioperasikan. Padahal bangunan yang dibiayai dari bantuan provinsi itu menghabiskan anggaran puluhan miliar.

“Bangunan sudah jadi tapi tidak digunakan, itu kan mubadzir. Apalagi dibangun menggunakan uang rakyat,” jelas Edgar. 

Selain itu, Edgar juga menyayangkan keberadaan sirkuit venue BMX di Kelurahan Cigembor. Sirkuit yang dibangun dengan anggaran Pemerintah Provinsi itu tidak pernah dipakai even apapun pasca selesainya Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2016 lalu.

Menurut dia, lama tidak digunakan untuk balapan setelah perhelatan PON Jabar pada September 2016, venue Sirkuit BMX Ciamis kini malah menjadi wahana bermain. Anak-anak memanfaatkan start gate sirkuit itu menjadi perosotan raksasa. Sirkut BMX dibangun dengan anggaran sekitar Rp 10 miliar, tapi hanya dipakai sekali.

“Sangat disayangkan sirkuit BMX yang dibangun dengan biaya miliaran jadi tak terawat dan terbengkalai. Akan lebih baik, bila dikelola dan dimanfaatkan untuk membina para atlet sepeda BMX,” katanya.

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis, Didi Koesnadi, mengakui, sirkuit BMX Ciamis belum digunakan secara maksimal. Menurut dia, venue BMX di Kelurahan Cigembor, memang belum bisa digunakan karena tidak ada even.

“Mau digunakan untuk latihan atlet BMX, di Ciamis juga atletnya minim. Sementara ini kita hanya lakukan perawatan dulu, persiapan untuk nanti Porda 2022,” jelasnya.

Ditanya terkait pemanfaatan gedung kesenian, Didi mengakui gedung yang berada di jalan Ir Djuanda itu belum dimanfaatkan secara maksimal. Didi menyebut, gedung kesenian belum layak jadi lokasi pentas seni karena belum ada peredam suaranya. Selain itu, konsep bangunan tidak seperti gedung kesenian.

Namun kedepan, kata Kusnadi, gedung kesenian akan diperbaiki dan digunakan sebagai sarana latihan olahraga seperti bela diri silat, karate dan tenis meja. “Sementara ini masih dipakai gudang logistik KPU. Katanya sebentar lagi diangkut, sesudah pelantikan Presiden,” ungkapnya.

Dihubungi terpisah, Kasubid Pemanfaatan dan Pengamanan Barang Milik Negara, Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Ciamis, Heryana, mengatakan, asset milik Pemkab Ciamis seperti gedung kesenian itu dikelola oleh dinas yang berwenang menggunakan asset itu. “BPKD hanya sebatas penatausahaan asset saja. Pengelolaan, perawatan dan lain sebagainya itu oleh dinas yang diberi kewenangan,” jelasnya.

Terkait dengan wisma Pemda, Heryana menyebut, saat ini belum dibuka karena bangunannya belum selesai dibangun. “Masih belum selesai, dan sekarang masih dipegang sama Dinas Perumahan Rakyat dan Lingkungan Hidup,” katanya. (Jujang/Koran-HR)

Loading...