Bola Api Jatuh dari Langit di China Diduga Meteor, Bikin Malam Jadi Siang

Bola api jatuh
Bola api jatuh yang diduga sebagai meteor tampak menerangi langit di timur laut China belum lama ini. Foto: Istimewa

Bola api jatuh yang diduga sebagai meteor tampak menerangi langit di timur laut China belum lama ini. Tepatnya pada 11 Oktober 2019, kejadian tersebut berhasil diabadikan oleh sejumlah kamera pengawas (CCTV).

Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas bagaimana bola api yang terang benderang mampu mengubah suasana malam seakan seperti siang hari.

Fenomena alam tersebut tentu saja mencuri perhatian dunia. Sebagian menyebutnya sebagai meteor jatuh, namun ada juga yang meragukan akan pernyataan tersebut.

Bola Api Jatuh dari Langit di China

Bola api yang meluncur dari langit di China terlihat sekitar pukul 00.16 waktu Beijing. Informasi ini didapat dari salah satu CCTV yang ada di Kota Songyuan, Provinsi Jilin.

Cahaya terang yang melintas tersebut juga dikonfirmasi terlihat di Provinsi Heilongjiang dan Liaoning. Selain kamera CCTV, fenomena tersebut juga tertangkap kamera warga yang menyaksikannya.

Video fenomena alam tersebut pun kini sudah beredar luas di sosial media. Tampak begitu jelas bagaimana kejadian yang tak biasa tersebut melintas.

Menanggapi hal tersebut, para ilmuwan bersama Purple Mountain Observer, yang adalah bagian dari Akademik Ilmu Pengetahuan China meninjau videonya.

Dari video itu, para ilmuwan tengah berupaya untuk mempelajari bola api yang menghebohkan warga tersebut, tak terkecuali dengan keterkaitannya dengan meteor atau benda lain.

Diperkirakan bahwa bola api jatuh di dekat Kota Songyuan. Hanya saja, hingga kini belum ada temuan serpihan benda tersebut ataupun bukti lainnya.

Bola Api di Jepang

Fenomena alam serupa seperti yang terjadi di China juga pernah menggegerkan warga di Jepang. Tepatnya pada April 2017, langit di Jepang diterangi bola api.

Para ilmuwan mengatakan bahwa bola api jatuh tersebut adalah bagian dari asteroid besar. Kemungkinan asteroid tersebut akan menabrak Bumi suatu saat nanti.

Diketahui bahwa asteroid tersebut memiliki ukuran kecil dan terbakar di atmosfer di atas Kyoto. Hanya saja, induknya sangat besar dengan ukuran sekitar 2 kilometer.

Dengan ukuran tersebut, induk asteroid yang diketahui bernama 2003 YT1 ini seukuran Queen St Auckland. Tentu saja dampak yang ditimbulkan benar-benar dahsyat jikalau memang menghantam Bumi.

Belum diketahui secara pasti mengapa asteroid kecil tersebut bisa terpisah dengan induknya. Namun untuk diketahui, 2003 YT1 berupa gumpalan batu longgar yang tiap dua jam berputar.

Dari fakta tersebut, para astronom mengungkapkan bahwa kemungkinan asteroid kecil baru saja terlempar ke luar angkasa.

Sesuai dengan namanya, induk asteroid 2003 YT1 ditemukan pada tahun 2003. Induk dari bola api jatuh yang ternyata asteroid ini mengorbit matahari di ruangan yang sama dengan Bumi.

Dengan alasan tersebut, induk asteroid 2003 YT1 dianggap sebagai objek berbahaya karena berpeluang menabrak Bumi.

Peluang terjadinya tabrakan antara induk asteroid 2003 YT1 dan Bumi pun mencapai 6% serta diprediksi akan terjadi sekitar 10 juta tahun mendatang.

Dampak Meteor Jatuh

Sebelum terjadinya peristiwa bola api jatuh yang diduga meteor di langit China, Bumi dulunya pernah mengalami dampak serius akibat meteor jatuh.

Kepunahan Dinosaurus

Salah satu dampak paling besar yang dialami Bumi karena meteor jatuh yaitu kepunahan dinosaurus. Hanya burung yang selamat dari kepunahan diantara dinosaurus yang ada.

Meteor yang jatuh diduga memiliki ukuran 10 kilometer dan melepaskan energi sebanyak 100 triliun ton TNT yang begitu dahsyatnya.

Perlu diketahui bahwa energi tersebut 1 miliar kali lebih besar jika dibandingkan dengan bom atom yang memusnahkan Hiroshima dan Nagasaki.

Para ilmuwan menyebutkan bahwa meteor ini jatuh di Bumi, tepatnya di dekat Kota Chicxulub di Meksiko. Tabrakannya menciptakan kawah raksasa dengan lebar lebih dari 180 kilometer.

Menumbangkan Sekitar 80 Juta Pohon

Meteor jatuh dengan dampak paling besar lainnya yaitu meteor yang meluncur pada tahun 1908. Meteor ini memiliki ketinggian mencapai 190 meter. Hal itu berbeda dengan peristiwa bola api jatuh di China yang tidak menimbulkan dampak apapun.

Diketahui, meteor ini jatuh di dalam hutan Siberia dan menumbangkan sekitar 80 juta pohon di atas area seluas 800 mil persegi.

Setelah melihat kejadian mengerikan tersebut, tak sedikit pihak yang beranggapan bahwa meteor bisa saja menewaskan ratusan ribu orang jika jatuh di sebuah kota.

Terlepas dari hal tersebut, fenomena bola api jatuh dari langit di China diduga sebagai meteor. Hanya saja, hingga kini belum ditemukan bukti dan dampak yang ditimbulkan. Kejadian ini memang membutuhkan penelitian lebih lanjut. (R10/HR-Online)

Loading...
Loading...