Butuh Penanganan Medis, Warga Lakbok Ciamis Ini Derita Lumpuh dan Luka Bakar

Warga yang alami luka bakar
LS (39), warga Dusun Kalapagada, RT 10 RW 03, Desa Kalapasawit, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kini harus terdiam merasakan sakit akibat luka bakar. Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- LS (39), warga Dusun Kalapagada, RT 10 RW 03, Desa Kalapasawit, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kini harus terdiam merasakan sakit akibat luka bakar di sebagian tubuhnya.

Menurut keterangan pihak keluarga, LS sudah sembilan tahun menderita kelumpuhan. Ia pun kini dirawat oleh saudaranya lantaran kedua orang tuanya sudah meninggal, sementara istrinya pun meninggalkannya.

Paring, paman korban, saat ditemui koran HR di kediamannya, Senin (07/10/2019), mengatakan, keponakannya kini tengah mengalami depresi akibat penyakit serta luka bakar yang ia derita.

“Sudah dua tahun LS kami rawat disini. Karena dia sudah tidak mempunyai orang tua. Sebagai saudaranya saya mempunyai kewajiban untuk merawatnya,” katanya.

Menurut Paring, keponakannya tersebut sudah lama menderita sakit lumpuh, sehingga ia tidak bisa pergi kemana-mana.

“Sakitnya itu sudah sembilan tahunan. Waktu itu dia mengalami kecelakaan kerja waktu di Jakarta. Ia juga sempat dibawa dan dirawat oleh istrinya di Jawa tengah. Namun karena kondisinya kian memburuk, akhirnya LS kami rawat disini. Sudah dua tahunan dia bersama saya,” katanya.

Ditanya soal luka bakar yang dialami LS, Paring mengaku tidak begitu tahu secara pasti. Menurut dia, kejadiannya kurang lebih ada 15 harian yang lalu. Saat itu ia bersama keluarga sedang ada acara keluarga, sehingga LS tinggal sendirian dirumah.

“Nah saat ditinggal itulah dia terbakar,” katanya.

Beruntung, kata Paring, ada tetangga yang cepat mengetahuinya, sehingga kebakaran yang membakar tubuh LS bisa segera dipadamkan. Jika tidak ada yang mengetahui entah apa yang akan terjadi, mungkin LS dan rumahnya sudah habis terbakar.

Dari keterangan sementara, kata Paring, katanya saat ditinggal LS pergi ke dapur dengan menggunakan kursi roda. LS sempat bermain korek api, sementara tubuhnya habis diluluri minyak.

“Kemungkinan saat itu api menyambar sarung yang dipakai, hingga terjadi kobaran api yang membakar tubuh,” terangnya.

Disinggung soal ada upaya bunuh diri yang akan dilakukan LS, Paring mengaku tidak begitu menanggapinya. Hanya saja menurut dia, kemungkinan itu bisa saja terjadi, mengingat selama ini LS terlihat gelisah dan depresi.

“Ya entah dirasuki apa hingga fikirannya bisa seperti itu. Tapi saya juga tidak percaya jika keponakan saya mencoba bunuh diri,” katanya.

Hingga berita ini tayang, kondisi LS saat ini sangat memprihatinkan. Luka bakar yang menghanguskan kedua kaki, pinggang serta lehernya masih terlihat basah. Bahkan sebagian daging kakinya ada yang kelihatan mengelupas, sehingga butuh perawatan medis secara cepat.

Sementara itu, pihak keluarga hanya bisa mengobati LS dengan obat seadanya. Meski luka bakarnya sudah sedikit mengering, namun tidak menutup kemungkinan bisa saja terjadi infeksi akibat tidak adanya penanganan medis. (Suherman/Koran HR)